Minggu, 12/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Cegah Sakit Ginjal dengan Minum Air Putih

Minggu, 15/11/2009 11:00 WIB - Deniawan Tommy Chandra Wijaya

Beberapa penelitian ilmiah membuktikan, tubuh manusia, mayoritas terdiri dari air. Bahkan konon ketika masih berwujud janin, kandungan air mencapai hampir seratus persen, dan bayi yang baru lahir, 80 persen tubuhnya didominasi unsur air.
Air sangat diperlukan dalam proses pembentukan dan regenerasi sel. Fakta lainnya, manusia dapat bertahan hidup selama 45-65 hari hanya dengan minum air saja. Peran penting air lainnya adalah sebagai pelarut, pereaksi, pelumas, pengatur suhu tubuh, penyedia mineral dan elektrolit bagi tubuh.
Di sisi lain ternyata penggunaan air putih juga direferensikan para pakar kesehatan, guna mencegah terjadinya pembentukan batu ginjal. Seperti yang diungkapkan Prof Ahmad Guntur Hermawan, pakar kesehatan penyakit dalam Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS).
Guntur mengakui, bila dengan mengonsumsi air putih, minimal satu setengah hingga dua liter, atau sekitar delapan gelas per harinya akan mampu mencegah terjadinya penimbunan zat-zat berbahaya yang berpotensi menjadi batu ginjal. ”Memang betul air putih dapat berguna mencegah penyakit batu ginjal. Tapi bukan mengobati atau menghancurkan batu ginjal,” jelasnya kepada Joglosemar.
Tetapi dia mengingatkan yang dimaksud air putih di sini adalah air putih yang murni, dan belum tercampur dengan zat apa pun. Selain itu, juga disarankan mengonsumsi air putih yang banyak mengandung mineral, dan bukan kalsium. ”Air putih di sini ya harus murni. Bukan dicampur teh, kopi atau lainnya. Selain itu ya harus dilihat kualitas airnya, dan jangan sembarangan ambil air putih. Kalau untuk jumlahnya, semakin banyak kita mengonsumsi air putih semakin baik, tapi juga harus disesuaikan dengan kebutuhan,” katanya.
Guntur menjelaskan, sebenarnya penyakit batu ginjal, disebabkan beberapa faktor. Di antaranya karena faktor keturunan, kesalahan pola makan dan minum, serta terjadinya infeksi saluran kemih yang menyerang saluran kencing seperti ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra.
Air Bermineral
Batu ginjal sendiri dapat terbentuk dari kalsium, fosfat, atau kombinasi asam urat yang larut dalam urin. Untuk itulah, dia menyarankan agar mengurangi atau menghindari mengonsumsi makanan atau minuman, yang berpotensi membentuk batu ginjal. ”Orang gemar mengonsumsi makanan yang mengandung asam urat, dan kolesterol juga berpotensi kena batu ginjal. Begitu juga yang mengonsumsi air di daerah yang kadar kapurnya tinggi juga sama-sama rawan mengidap batu ginjal,” paparnya.
Menurutnya, dengan mengonsumsi air putih yang berkualitas, maka semua zat-zat yang berpotensi menimbulkan midus atau cikal bakal batu ginjal akan mampu diminimalisasi. Kendati demikian, tindakan itu tidak bisa berhasil tanpa diimbangi dengan olahraga, dan pola hidup yang sehat serta teratur.
”Air putih memang mampu melarutkan kalsium, asam urat, dan zat berbahaya lainnya. Tapi, sekali lagi harus diimbangi dengan tindakan lain, karena sifatnya hanya pencegahan bukan pengobatan,” tandasnya.
Untuk pengobatan batu ginjal, dia mengimbau untuk tidak mencoba obat herbal yang belum teruji secara klinis. Sebab bila salah dalam mengonsumsi obat, justru akan semakin memperbesar atau bahkan memperparah penyakit ginjal. (Deniawan
Tommy Chandra Wijaya)
 

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :