Senin, 13/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Catalis Day di Yayasan Lazuardi Kamila Solo “Sistem Pembelajaran Dikemas Setengah Bermain”

Sabtu, 13/03/2010 09:00 WIB - Bonus Wibowo Bramhartyo

Yayasan Lazuardi Kamila Solo, setiap Jumat rutin menggelar Catalis Day. Kegiatan ini, merupakan hasil ide kreativitas para siswa. Sebuah program yang muncul dari rancangan anak didik Lazuardi Kamila.
“Ide kegiatan catalis day ini justru muncul dari kreativitas siswa. Program outing class yang disesuaikan oleh kebutuhan anak, semisal anak-anak lagi ingin memasak kami langsung meresponsnya dengan kegiatan masak-memasak,” kata Muhammad Nasyir, Kepala TK Lazuardi Kamila di sela-sela acara, Jumat (12/3).
Berbagai macam acara disajikan dalam kegiatan catalis day, antara lain Eksperimen Saints, Pemutaran Film, Out bond, Memasak, Bersih Lingkungan dan lain-lain. Intisari dari kegiatan ini disampaikan olehnya dengan tujuan untuk memberikan respons positif bagi perkembangan pola pikir murid. Adapun siswa yang dilibatkan sekitar 115 anak mulai dari play group, TK dan SD. Ada yang memasak pisang owol, membuat kincir angin serta out bond. “Untuk hari ini (kemarin,red), terdapat tiga macam acara di antaranya, memasak, bikin kincir angin serta out bond,” tukasnya.
Muhammad Nasyir menyatakan formula pembelajaran Lazuardi Kamila menerapkan gaya baru dengan mengemas gaya belajar setengah bermain. “Porsi belajar anak-anak didik sengaja kami kemas dengan metode belajar lebih ringan. Ini dalam arti bahwa tiap agenda pembelajaran di Lazuardi Kamila semi dengan metode bermain supaya tidak jenuh dengan pola belajar yang formal,” terangnya. (Bonus Wibowo Bramhartyo)

 

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :