Minggu, 12/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Cantik Nan Elegan Hunian Asimetris

Minggu, 07/03/2010 09:00 WIB - Dwi Hastuti

Kebingungan sempat dirasakan oleh keluarga Zainal Abidin Zain ketika ingin membangun huniannya yang terletak di Jalan Padjajaran Utara III No.1, Sumber, Surakarta. Kebingungan dikarenakan lahan yang berbentuk asimetris. Karena lahan yang akan dibangun berbentuk segitiga.
Akan tetapi kebingungannya dan kondisi lahan yang tak biasa ini malah membuat rumahnya berbentuk unik. Tak hanya itu, rumah tersebut juga memiliki kesan yang cantik dan elegan.
“Dulu itu sempat bingung karena lahan tidak simetris, sehingga ketika mau mendesain pun saya juga mengalami kebingungan. Kemudian saya bersama istri menggambar desain rumah sendiri kemudian diajukan ke pembangun,” terang istri Zainal, Ummi Hanik Ma`sum kepada Joglosemar, Kamis (4/3).
Konsep desain dari Zainal dan Ummi pun membuahkan hasil. Layaknya dalam pepatah rumahku adalah surgaku, pun didapatkan dari rumah ini. Hunian ini tak hanya menjadi tempat untuk berteduh tetapi juga nyaman untuk beristirahat, melepaskan penat. Karena dalam rumah ini tersedia ruang khusus untuk menyegarkan pikiran ketika habis kerja seharian.
“Rumah yang menghadap ke timur laut itu dibangun pada tahun 1984. Waktu itu, rumah saya belum sebagus yang sekarang. Baru tahun 2004 yang lalu, rumah tersebut direnovasi hingga menjadi seperti sekarang ini, “ urai Umi.
Dari segi arsitektural, rumah ini berbentuk semi minimalis. Dengan pemanfaatan ruang yang ada apalagi dengan bentuk lahan yang asimetris bukan menjadi halangan. Buktinya, rumah ini memiliki konsep arsitektur yang jelas dengan tampilan yang manis pula.
Konsep ini dapat dilihat dari batuan serta handrail yang digunakan. Untuk pagar rumah memang terbuat dari batu berbentuk persegi yang berwarna hitam, lalu di atasnya pun dipasang handrail supaya rumah masih menunjukkan kesan terbuka.
Sejenak ketika menapaki rumah yang hanya memiliki halaman sempit tersebut terasa begitu luas. Karena bagian depan rumah tersebut merupakan sisi miring dari segitiga. Bagi mereka yang tidak tahu akan berpikir rumah tersebut sangat luas.
Pengajian
Dari segi eksterior, halaman ini dipenuhi dengan pecahan batu putih. Tidak hanya pecahan batu, halaman tersebut juga dipenuhi dengan tanaman hias yang nampak hijau, sehijau warna cat tembok bagian depan rumah. Hiasan air mancur di tembok depan rumah pun menambah kesegaran taman di halaman tersebut.
Eksterior halaman ini pun membuat rumah ini terkesan elegan yang cantik pula. Tentu saja kondisi halaman seperti itulah yang membuat rumah milik Zainal Abidin Zain menjadi terlihat sejuk jika dibandingkan rumah lain. Apalagi ditambah dengan dominasi cat warna hijau menghiasi rumah ini.
Namun untuk bagian dalam hampir sama dengan rumah-rumah pada umumnya. Untuk lantai satu terdapat ruang tamu, tiga kamar tidur, ruang keluarga, ruang makan, dapur serta kamar mandi. Sedangkan untuk lantai dua hanya khusus untuk mencuci, menjahit serta untuk arena pengajian.
Interior rumah pun tak kalah menariknya. Hal ini terlihat dari hiasan keramik yang terletak di rak ruang tamu dan ruang keluarga. Bahkan sebagai sekat antara ruang keluarga dengan ruang makan juga terdapat rak khusus untuk menyimpan pernak-pernik kenangan dari tempat yang pernah disinggahi.
“Kalau pergi ke kota-kota lain atau ke luar negeri itu beli pernak-pernik untuk dipasang di rumah,” kenangnya.
Kepuasan lain akan konsep desain bangunannya dikarenakan bisa dimanfaatkan untuk pengajian dan sekolah belajar Alquran bagi ibu-ibu dan anak-anak di kampungnya. Ketika sore pun lantai dua bagian belakang dipenuhi anak-anak untuk belajar Alquran yang langsung diampunya.
“Karena untuk pengajian berada di lantai dua, sehingga tidak mengganggu kalau di rumah ada tamu. Sedangkan di belakang rumah sudah kami buatkan jalan untuk menuju lantai dua,” paparnya. (Dwi Hastuti)
 

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :