WASHINGTON—Hanya berselang beberapa jam setelah pengumuman penarikan kembali (recall) terhadap Prius, Toyota di Amerika Serikat (AS) juga mengumumkan akan menarik Corolla produksi 2009-2010.
Corolla dianggap memiliki maslah pada sektor kemudinya yang berlebihan sehingga menyebabkan sedan ini sulit dikendarai. Demikian ditulis Insideline, Rabu (10/2). Namun Dewan keselamatan lalulintas AS (National Highway Traffic Safety Administration/NHTSA) belum secara resmi melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai masalah yang dialami Corolla.
Selain itu, Toyota Camry 2010 di Amerika Serikat kembali disinyalir akan kembali mengisi ”daftar” recall karena adanya masalah kebocoran minyak rem yang dapat menyebabkan jarak pengereman mobil lebih panjang.
Sementara, di Indonesia, PT Toyota Astra Motor (TAM) mengaku tidak kapok untuk impor mobil hibrida Prius. ”Kalau ditanya kapok atau tidak, jelas tidak, karena recall bukan kejahatan yang kalau pihak TMC (Toyota Motors Corp) sudah putuskan recall, kita ikuti saja,” kata President Director TAM Johnny Darmawan.
Reprogram
Johnny juga menambahkan, kasus recall Prius terjadi lantaran mobil bertenaga baterai tersebut dipakai pada konsisi yang ekstrem. ”Masalah rem itu terjadi saat mobil dipakai di cuaca ekstrem seperti jalan yang sangat licin atau suhu sangat dingin, di sini kan tidak,” ujar dia.
Marketing Director TAM Joko Trisanyoto mengatakan Prius di Indonesia baru didistribusikan sebanyak 17 unit. 13 unit di antaranya sudah dikirim ke konsumen sementara empat lainnya belum didistribusikan. Ia mengaku perbaikannn terhadap unit Prius di Indonesia hanya melalui reprogram sistem ABS mobil hibrida tersebut. ”Kita reprogram saja bukan mengganti komponen yang bermasalah,” katanya. (oke)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







