JAKARTA—Eks Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Usman Hamid menilai 17 nama calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang lolos seleksi minim prestasi.
”Rekam jejak mereka biasa-biasa, tak ada prestasi menonjol,” kata Usman, Minggu (31/7) sebagaimana dikutip Tempointeraktif.
Andai disuruh memilih, kata Usman, ia akan condong pada dua nama yang dinilainya memiliki rekam jejak lebih bagus dari yang lain. Dua nama itu adalah Bambang Widjojanto dari unsur akademisi dan Aryanto Sutadi dari unsur kepolisian. Selebihnya, menurut Usman, belum ada prestasi menonjol yang bisa disumbangkan di instansi mereka ataupun negara.
Pada Kamis (28/7) lalu, dari 24 nama calon yang mendaftar panitia seleksi calon pimpinan KPK mengumumkan 17 nama yang lolos tes makalah yang dilaksanakan dari 26-28 Juli 2011. Mereka yang lolos akan mengikuti tes tahap ketiga, yaitu profile assessment pada 2 Agustus 2011. Pada tes tahap ketiga itu Zainal meminta porsi untuk polisi dan jaksa dikurangi.
Ke-17 nama yang lolos itu adalah Brigjen Pol (Purn.) Idris, Zulkarnain, Fachmi, Irjen Pol (Purn.) Aryanto Sutadi, Handoyo Sudrajat, Gazalba Saleh, Genades Panjaitan, Bambang Widjojanto, Eegi Sutjiati, Yunus Husein, Abdullah Hehamahua, Abraham Samad, Daniel Pangaribuan, Dharma Pongrekun, Pandu Praja, Anna Erliyana, dan Sayid Fadhil.
Koordinator Divisi Hukum Indonesia Corruption Watch (ICW) Febri Diansyah menilai unsur polisi dan jaksa yang lolos seleksi calon pemimpin KPK layak dicoret. Alasannya, nama-nama calon yang lolos seleksi berikutnya dari unsur dua lembaga penegak hukum itu terlalu banyak.
Suhamdani
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




