Sejumlah strategi dilakukan pihak perbankan untuk menggaet pasar konsumen Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang sangat potensial ini. Agar tidak terdepak dari dari persaingan sejumlah cara pun dilakukan. Salah satunya adalah dengan menurunkan suku bunga kredit sebesar 0,75 persen. Kini margin pembiayaan yang ditetapkan BTN Syariah berkisar antara 8,2 persen sampai 12,4 persen tergantung lama masa angsuran.
Kepala Cabang BTN Syariah Solo, Rochmah, menuturkan penurunan margin pembiayaan yang dilakukan BTN Syariah adalah sesuai dengan semangat perbankan untuk menyesuaikan tingkat bunga kreditnya sejalan dengan membaiknya kondisi makro perekonomian nasional. Dengan kebijakan penurunan suku bunga kredit ini diharapkan BTN Syariah dapat bersaing dengan bank yang lainnya.
Assistant Area Sales Manager PT Bank Negara Indonesia (BNI) Divisi Kredit Konsumen Regional Sales Jateng-DIY, Winu Sumarsono, pun menyampaikan hal senada. Diakuinya bahwa kini persaingan dalam penyaluran KPR semakin ketat. Oleh karena itu suku bunga yang kompetitif pun berusaha ditawarkan BNI. Tahun 2010 ini, BNI menawarkan kredit untuk rumah tinggal rata-rata sebesar 9,9 persen.
Namun di luar itu, BNI juga menawarkan KPR dengan bunga mulai dari 6 persen. Bunga sangat rendah ini bisa Anda nikmati melalui program BNI Griya Hokiday. Program ini diluncurkan dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek dan berlaku mulai tanggal 1 Februari sampai 31 Maret 2010.
“Tapi untuk mendapatkan bunga rendah ini ada syarat dan ketentuan yang berlaku salah satunya adalah harus membuka rekening BNI Taplus. Dengan adanya program-program seperti ini kami harapkan dapat menunjang KPR di BNI,” tuturnya.
Kerja Sama
Tidak hanya mengandalkan bunga rendah, BNI pun mengedepankan masalah pelayanan. Di tengah suku bunga kredit yang bersaing ketat, optimalisasi pelayanan dapat menjadi nilai lebih.
Selain pelayanan dan bunga rendah yang ditawarkan, strategi lainnya yang diterapkan lembaga perbankan adalah dengan menjalin kerja sama dengan asosiasi dan stakeholder di bidang perumahan. Beberapa di antaranya adalah para pengembang, kontraktor, agen pemasaran, dan tentu saja Real Estate Indonesia (REI) Solo.(Rachmadhani Fitriastuti)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




