Bunga-bunga di depan Plaza Sriwedari Senin (30/5) itu, mulai layu. Sudah beberapa hari ini, bunga-bunga taman itu belum diguyur hujan. Sang petugas penyiram dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Surakarta yang menjadi penyelamat tanaman itu juga tak kunjung datang.
”Tanaman jarang disirami petugas, padahal ini sudah musim kemarau,” kata Siswono (36), tukang becak yang saban harinya mangkal di depan Plaza Sriwedari itu. Menurutnya, sudah beberapa hari ini, hujan tidak turun, dan tanaman-tanaman itu terancam mati.
Sementara itu, Kepala DKP Kota Surakarta, Satrio Teguh S, saat dihubungi Joglosemar menjelaskan, soal tanaman yang layu, seperti yang terjadi pada beberapa hari terakhir di beberapa titik taman kota, dia minta semua pihak maklum.
Menurutnya, apa yang sudah dilakukan DKP di lapangan sudah maksimal.”Saya tekankan lagi. Kita tidak pernah sama sekali menelantarkan tanaman yang kita tanam sendiri di taman kota. Jadi, kalau masalah layu itu mungkin karena kepanasan dalam beberapa hari ini saja,” kata Satrio.
Menurut Satrio, DKP juga mengandalkan guyuran hujan untuk menyiram semua tanaman di taman kota. Meski demikian, katanya, DKP secara berkala menyiram tanaman itu. Satrio mengatakan, selama ini tiga mobil yang ada di DKP, hanya dua yang bisa beroperasi. Sementara satu mobil rusak parah.
”Bayangkan dengan dua mobil penyiram itu, kami harus berkeliling Solo. Idealnya itu, kita punya lima mobil, jadi satu mobil bisa meng-handle satu kecamatan,” katanya.
Satrio menambahkan, DKP juga melakukan perawatan tanaman secara bertahap selama beberapa waktu tertentu, yaitu melalui pemberian nutrisi bagi tanaman, baik itu dengan pupuk daun, maupun pupuk kandang. ”Artinya, tidak serta merta kami membiarkan hanya disirim air melulu. Tapi langkah khusus seperti pada umumnya merawat tanaman juga senantiasa kami lakukan dengan serius,” ujarnya.
Andi Wiratno
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




