Tepat pukul 08.00 WIB, rombongan guru dan murid SD Islam Diponegoro Surakarta tiba di kantor pemadam kebakaran (PMK), Pedaringan, Surakarta, Senin (15/3). Mereka naik bus, para siswa turun satu persatu menuju aula yang telah dipersiapkan sebelumnya. Tempat duduk terisi penuh dengan jumlah total 61 siswa kelas III A dan B.
Di sana anak-anak diberikan pengarahan oleh Joko Parwono, salah satu pegawai setempat. Dengan suasana tenang, para siswa terlihat sangat antusias mendengarkan materi yang disampaikan. Banyak hal yang didapatnya, mereka memperoleh penjelasan segala fungsi peralatan petugas kebakaran, seperti helm, tabung oksigen, baju antipanas dan lain-lain.
“Kami sangat senang bisa berbagi pengalaman dengan anak-anak tentang cara kerja petugas kebakaran. Saya berikan pengertian terkait fungsi keamanan diri saat bertugas memadamkan api. Saya mengimbau supaya anak-anak tidak bermain dengan api, tetapi bukan berarti harus takut sama api,” ungkapnya.
Wakil Kepala SD Islam Diponegoro Bidang Kesiswaan, Mukhlis Tri Santoso Budi, mengemukakan kegiatan outing class ini mengambil tema Tugas Mulia, terkait mata pelajaran terpadu di sekolah. “Kegiatan ini rutin dilakukan setiap satu bulan sekali. Selain menumbuhkan sifat-sifat positif anak, nantinya mereka juga akan diberi tugas untuk merangkum kegiatan di PMK ini,” ujarnya.
Ditambahkannya, mengenali sifat positif anak sedini mungkin sangatlah penting adanya. Dalam tajuk Tugas Mulia ini, Mukhlis mengharapkan segala sifat terbaik anak seperti berjiwa sosial, tanggung jawab dan mandiri akan muncul dari pribadi tiap siswa. “Bajunya sangat berat, belum lagi helmnya. Saking beratnya saya tidak bisa berjalan, karena kalau saya paksa saya pasti jatuh terguling,” kata Muhammad Zidane, siswa kelas III yang maju ke depan mempratikkan memakai baju antipanas.
Kegiatan itu diakhiri dengan mengelilingi kawasan sekitar PMK menaiki mobil pemadam kebakaran. Dibagi menjadi sepuluh anak per kelompok, mereka berjajar rapi menunggu giliran menaikinya. “Saya senang dengan mengunjungi kantor pemadam kebakaran ini. Saya bisa tahu kegunaan baju antipanas, tabung oksigen, serta sebuah helm yang dipakainya walaupun sedang tidak mengendarai sepeda motor,” terang Muhammad Salim (10), yang rela mengantre diurutan terakhir. (Bonus Wibowo Bramhartyo)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




