Rasa bangga terus dirasakan Saryanti. Penyebabnya, karena pelatih seni tari di Sanggar Soeryo Soemirat Mangkunegaran Solo berkesempatan berkelana ke luar negeri untuk mempopulerkan seni tari Mangkunegaran dan jenis kesenian lain.
Beberapa negara yang dia singgahi di antaranya, pada tahun 1994, dia mengaku pergi ke Rusia untuk membawakan tari-tarian gaya Mangkunegaran, tahun 1997 dirinya juga membawakan misi kesenian ke Jepang lalu pada tahun 2005 Saryanti juga ikut kegiatan serupa ke Maroko. ”Perasaan senang tak terlupakan. Tidak semua orang mendapatkan kesempatan seperti yang saya dapatkan,” terang ibu dua anak ini saat ditemui Joglosemar di Mangkunegaran, Senin (15/2), pekan lalu.
Meski dirinya tidak memiliki basic sekolah tari, namun dirinya sangat menguasai tari khususnya tarian klasik. ”Saya kuliah mengambil jurusan Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNS. Akan tetapi saya memiliki kecintaan terhadap tarian, sehingga saya belajar dengan ikut kursus menari,” cerita seniwati berusia 41 tahun ini.
Hingga saat ini, perempuan yang juga berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo ini juga tetap aktif melatih anak-anak yang belajar di Sanggar Soerya Soemirat Mangkunegaran Surakarta. (dui)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







