Minggu, 12/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Boyolali Hasilkan 283.687 Ton Beras

Rabu, 10/03/2010 11:00 WIB - ono

BOYOLALI—Musim panen raya kali ini, produksi beras di Boyolali diperkirakan mencapai 283.687 ton, meningkat sekitar 25 ton dari musim panen sebelumnya. Selain itu, pada musim tanam (MT) I ini, luasan tanam juga bertambah menjadi 46.668 hektare dari sebelumnya sekitar 42.000 hektare.
Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Boyolali, Juwaris, usai kegiatan panen raya di Desa Bendungan, Kecamatan Simo, Rabu (10/2), menyatakan peningkatan itu menambah daftar surplus produksi beras Boyolali.
“Selain luasannya bertambah, dari data Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin mencatat produksi kali ini meningkat sampai 283.687 ton,” terang Juwaris.
Di Kecamatan Simo sendiri, ujar Juwaris, luas areal pertanian juga bertambah, dari yang sebelumnya hanya sekitar 3.600 hektare menjadi  4.000 hektare musim tanam ini. Sedangkan puncak panen raya diperkirakan terjadi pada pertengahan bulan ini sampai dengan awal bulan Maret mendatang.
Sementara itu Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Teseh Kidul desa setempat, Arif Sumani mengatakan, pihaknya sangat terbantu dengan adanya sekolah lapang pengelolaan tanaman terpadu (SLPTT). Dari kegiatan SLPTT itu pihaknya mengujicobakan sistem tanam tradisional dan sistem tanam Legowo.
Hasilnya, dengan sistem tanam Legowo itu berhasil meningkatkan produksi tanam hingga 8,96 ton/hektare. ”Dengan harga gabah kering panen (GKP) saat ini Rp 2.500/kilogram, diperoleh keuntungan hingga Rp 13,757 juta/hektare,” ungkap dia.
Dibanding pola tanam tradisional, hanya menghasilkan 7,792 ton/hektare dengan keuntungan Rp 9,99 juta/hektare. Pola tanam tradisional itu menurut dia lebih banyak menelan biaya produksi serta produktivitas lebih sedikit dibanding sistem tanam Legowo. (ono)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :