PASAR GEDE—Dalam rangka memperingati hari tuberkulosis (TB) sedunia yang jatuh pada Rabu (24/3), Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM), bekerja sama dengan Republik Aeng-aeng, menggelar kampanye simpatik dan menyebar selebaran ke warga di Pasar Gede.
Aksi bertema Tingkatkan Inovasi, Percepat Aksi Melawan TB itu merupakan bentuk keprihatinan BBKPM serta Republik Aeng-aeng terhadap penyakit TB yang melanda Indonesia.
Pasalnya di Indonesia, penyakit TB merupakan salah satu penyakit pembunuh yang patut diwaspadai. Angka kematian akibat penyakit TB cukup tinggi, yakni 100.000 orang setiap tahunnya. “Aksi ini dilatarbelakangi tingginya angka kematian akibat TB di Indonesia,” kata Agustin Humas BBKPM Surakarta dalam rilisnya.
Berbagai poster tentang pesan mewaspadai penyakit TB di bawa keliling pasar. Kontan saja, aksi itu sempat menyita perhatian para pembeli dan pedagang di Pasar Gede. Sebagai rangkaian kampanye Hari Tuberkulosis, BBKPM akan mengadakan jalan sehat, yang digelar hari Minggu (28/3) mendatang.
Sementara itu, Mohammad Syahril, Kepala BBKPM, kemarin mengatakan, setidaknya diperlukan tiga diagnosis untuk mengetahui penyakit tuberkulosis. Disebutkan, diagnosis itu masing-masing, diagnosis klinis, laboratorium, dan radiologis.
“Untuk mencegah penularan TB antara lain memakai masker, dan jangan sering kontak,” terang dia kepada Joglosemar, kemarin.
Dikatakan, pengobatan untuk penderita TB membutuhkan waktu minimal enam bulan. (apl/m5)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







