Dalam membentuk karakter anak, orangtua memiliki peran yang sangat penting. Sehingga apa yang didengar dan dilihat itu selalu ditiru oleh anak-anak.
Sebagai orangtua hendaknya memberikan contoh yang baik kepada putra-putrinya. Baik itu dalam bentuk tingkah laku, tata krama, sopan santun serta sikap positif lainnya.
Meski sifat sombong itu bukan sebagai penyakit keturunan, namun didikan orangtua itu sangat berpengaruh. Misalnya ketika orangtua bersikap kasar dengan pembantu atau orang lain kemudian anak melihat maka bisa jadi anak meniru apa yang dilakukan oleh orangtuanya.
Sehingga Ibu Juliani Prasetyaningrum, Psikolog UMS pun mengingatkan kepada semua orangtua untuk memberikan contoh yang baik kepada putra-putrinya. “Bagi orangtua jangan hanya memberi nasihat saja, namun juga harus memberikan contoh dalam bentuk perilakunya,” imbuh Ibu Juliani.
Orangtua bisa memilihkan buku cerita bergambar yang menarik dengan tema akibat bersikap sombong. Dengan cerita tersebut maka anak-anak pun bisa menilai kalau sombong itu ternyata tidak baik. Secara psikologis, anak akan lebih tertarik untuk dengan hal-hal yang sarat dengan hiburan.
“Orangtua pun bisa memulai mengajari anak untuk tidak bersikap sombong sejak sedini mungkin. Bisa umur 2 tahun, anak sudah dibacakan cerita-cerita. Dengan begitu ketika anak tumbuh dewasa pun sudah tahu bahwa perilaku sombong itu tidak terpuji,” imbuhnya. (dui)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







