Jumat, 10/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Bilqis Anindya Passa

Rabu, 10/03/2010 09:00 WIB - ant

SEMARANG—Tim Cangkok Hati RSUP dr Kariadi Semarang memindahkan Bilqis Anindya Passa, balita penderita atresia bilier ke ruang perawatan yang lebih terjaga sterilitasnya, agar kondisi dan daya tahan tubuhnya terjaga.
”Bilqis semula dirawat di Ruang Merak Nomor 9 selama hampir satu bulan, namun saat ini sudah dipindahkan ke Ruang Merak Nomor 1,” kata Ketua Tim Cangkok Hati RSUP dr Kariadi, dr Yulianto Suwardi, Selasa (9/3).
Menurut dia, pemindahan ruang perawatan Bilqis sebenarnya sudah dilakukan sejak 5 Maret 2010 lalu, menjelang pelaksanaan operasi cangkok hati. ”Sterilitas dan sirkulasi udara di ruang yang baru tersebut lebih bagus dan pengawasan yang dilakukan dapat lebih mudah dilakukan, karena Ruang Merak Nomor 1 terletak di ujung lorong,” katanya.
Ia mengatakan, pihaknya juga semakin memperketat pengawasan terhadap keluarga atau pihak lain yang ingin mengunjungi anak pasangan Dewi Farida (37) dan Doni Ardianta Passa (33) tersebut.
”Pihak keluarga atau pengunjung yang tidak berkepentingan sebaiknya tidak masuk ke dalam ruang perawatan, terutama jika sedang sakit, karena dikhawatirkan dapat menularkan virus ke tubuh Bilqis,” katanya.
Orang yang merasa sehat pun, kata dia, belum tentu tidak membawa virus atau kuman, karena itu perlu pengawasan yang ketat untuk menghindari penularan virus yang tidak diinginkan terhadap Bilqis.
”Sebab, apabila virus tersebut sampai menulari Bilqis, maka pemeriksaan lanjutan terpaksa harus ditunda menunggu kesembuhan dari penyakit itu. Bahkan, penundaannya bisa sampai dua minggu,” katanya. 
Anggota tim cangkok hati, dr Hirlan mengatakan, pihaknya saat ini tengah melakukan pemeriksaan ulang terkait pengukuran pembuluh darah, sebab sebelumnya pengukuran masih dilakukan dengan ultrasonografi (USG). ”Kami ingin memastikan penghitungan itu dan mengulanginya dengan CT-Angiography agar hasilnya lebih akurat. Rencananya itu dilakukan hari ini (kemarin), namun terpaksa diundur karena Bilqis masih menderita batuk dan pilek,” katanya.
Menurut dia, pengukuran pembuluh darah sangat penting dilakukan, baik terhadap Bilqis dan ibunya, karena proses penyambungan pembuluh darah harus dilakukan secara tepat dan akurat.
Sementara itu, anggota lain tim cangkok hati, dr. Hartantyo menambahkan, berat badan Bilqis saat ini mencapai 8,8 kilogram, namun berat badan itu merupakan berat murni tanpa adanya penimbunan cairan. (ant)
 

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :