Jumat, 18/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Bikin Ketagihan di Sela Klangenan

Sabtu, 20/03/2010 09:00 WIB - Kiki Dian Sunarwati

Berkunjung ke Kota Solo tak akan lengkap rasanya bila tak menikmati suasana malam yang konon katanya sepi, nyenyet dan sarat magis. Hanya saja suasana malam  tersebut akan berbeda 180 derajat dengan yang terjadi di satu sudut kota. Tepatnya di  Jalan MT Haryono No. 53 Manahan, atau pom bensin Manahan ke utara sekitar 200 meter. Di situlah malam-malam panjang di Solo yang terasa panjang akan terbayarkan dengan cepat, sebab lesehan Wedangan Bung Klithik selama 24 jam akan siap melayani dan menyediakan aneka makanan dan minuman yang diperlukan masyarakat.
Lesehan Wedangan Bung Klithik terbilang sederhana. Berada di tanah kontrakan seluas 200 meter, dibubuhi meja, kursi dan tikar untuk lesehan, semakin mengesankan kesahajaan dan kebersamaan yang ingin terus dipupuk dalam setiap lapisan masyarakat. Pun oleh pemiliknya yakni Samino, bersama dengan enam karyawannya serta para pengunjung yang tiap hari mencapai 500-800-an orang.
Ikhwal Lesehan Wedangan Bung Klithik sangat menarik untuk ditelusuri. Berdiri sejak tahun 1957 oleh Pak Klithik yang notabene ayah dari Samino. Dalam perjalanannya berhasil meraih banyak pelanggan setia dan pengunjung yang akhirnya membentuk sebuah komunitas masing-masing. Hingga selanjutnya proses regenerasi dilanjutkan oleh Samino dan ditekuni hingga saat ini.
“Wedangan ini akhirnya menjadi jujugan dari berbagai komunitas, misalnya saja kalau siang itu kebanyakan yang datang para PNS, sore hari komunitas makelar  mobil, tanah, anak-anak muda, dan kalau malam hari komunitas grup musik. Selain menyantap mereka juga menghabiskan waktu untuk klangenan, kumpul-kumpul,” tandas mantan distributor buku pelajaran ini.
Pelanggan Tetap
Mengusung menu andalan teh krempul yakni seduhan teh hangat, jenis teh sintren yang kemudian dicemplungi irisan jeruk, semakin mengentalkan perpaduan teh tersebut, dan membuat ketagihan di lidah. Apalagi beragam makanan lain tersedia di meja, mulai nasi  bandeng, oseng dan nasi goreng. Sementara jajanan pasar, klepon, kolang-kaling, ketan, aneka gorengan, lenthuk, timus dan lainnya seolah menjadi pelengkap di sela-sela suasana santai tersebut.
Dengan harga yang terjangkau bagi semua khalayak, berkisar mulai Rp 1.500 untuk makanan maupun minuman, serta tidak pernah tutup sehari pun, menjadi komitmen teguh yang dipegang Lesehan Wedang Bung Klithik agar tak mengecewakan para pelanggannya. “Selama delapan tahun ini, tak pernah sekalipun kami libur, kami mengandalkan enam karyawan dengan jam kerja satu shift dari pukul 02.00 WIB dini hari hingga pukul 14.00 WIB siang. Mereka bisa melayani ratusan pelanggan tiap hari,” ucap lelaki yang pernah mencalonkan diri menjadi anggora DPRD Sragen dan juga calon kepala desa di Sragen itu. Maka tak mengherankan dalam setiap hari, setidaknya omzet hingga Rp 2 jutaan berhasil diraih bapak  empat anak tersebut.
Salah satu tamunya, Suparto warga Nusukan mengaku sudah menjadi langanannya selama bertahun-tahun.  ”Saya dan keluarga kemari. Rasa teh dan pisang owol itu membuat kami ketagihan. Ada yang kurang bila belum datang ke sini,” tandas Suparto. (Kiki Dian Sunarwati)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :