Asrama Haji Donohudan, untuk kesekian kali sibuk melayani jemaah calon haji (Calhaj). Pusat Pengolahan Data (Pulahta) Haji, menjadi salah satu bagian yang cukup dinamis melayani informasi seluruh kegiatan di Donohudan. Bagaimana mereka bekerja mengumpulkan dan menginformasikan data-data itu? Berikut petikan wawancara reporter Harian Joglosemar, Didik Kartika dengan Wakil Sekretaris III Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), H Muhammad Syafiq.
Bagaimana sesungguhnya gambaran tugas-tugas yang berada di bawah koordinasi Pulahta?
Kami melakukan banyak tugas. Salah satunya adalah pengumpulan data. Jadi, seluruh data yang masuk dari seluruh bidang ke Pulahta, kami olah. Kemudian, data-data itu kami laporkan setiap hari ke Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU), Departemen Agama di Jakarta.
Kami tidak boleh terlambat menyampaikan laporan. Maksimal jam 22.00 WIB laporan harus sudah kami kirimkan. Di sini kami selalu berkoordinasi dengan sembilan bidang yang bertugas di PPIH. Belum tentu data yang masuk ke kami cocok dengan data yang kami miliki. Tentu kami segera melakukan konfirmasi agar datanya benar-benar cocok.
Seberapa penting laporan-laporan itu bagi Dirjen PHU sendiri?
Laporan itu jelas sangat penting sekali. Dengan laporan-laporan tersebut, dapat diketahui kondisi seluruh jemaah Calhaj dari seluruh Indonesia. Misalnya saja, berapa jemaah Calhaj yang batal atau tertunda keberangkatannya.
Tak hanya Jakarta yang bisa memantau kondisi Kloter (kelompok terbang, red). Namun, masyarakat juga berhak mengetahui berapa jumlah Kloter yang diberangkatkan, dan berapa Kloter yang masuk ke Asrama Haji pada hari ini.
Kesulitan apa yang pernah dihadapi petugas Pulahta ketika harus berurusan dengan para jemaah Calhaj?
Kami yang kerja di Pulhata, ada delapan tenaga. Ada yang PNS ada yang rekrutmen musiman. Semua tenaga yang ada, kami latih untuk cermat menghitung dan mengawasi kejanggalan data. Tapi sejauh ini, semua tidak ada masalah yang berarti.
Bagaimana dengan Calhaj yang sakit?
Bagi jemaah yang tertunda karena alasan sakit, tetap kami berangkatkan, kalau sudah sembuh. (***)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







