Tidak dapat dimungkiri kesuksesan dari suatu komunitas atau perkumpulan lainnya adalah tergantung dari solidaritas anggotanya. Demikian juga dengan Solo Black Bikes Community Karanganyar ini. Hal ini diakui Ketua Sobbisco Karanganyar, Ilham Budi Mulyono.
“Untuk menjadikan komunitas ini menjadi seperti sekarang ini memang membutuhkan perjuangan dari teman-teman. Apalagi dilihat dari sejarah komunitas motor yang ada di Karanganyar sendiri yang memang tidak pernah bertahan lama. Ini merupakan sebuah prestasi yang gemilang.”
Namun, memang tak dimungkiri untuk bertahan selama 4 tahun jalan yang dilalui tidaklah mudah. “Semua kan pastinya berjalan tidak selalu seiring dengan apa yang kita inginkan. Saya rasakan memang teman-teman pengurus sulit diajak untuk berkoordinasi. Walau demikian visi dan misi kami masih sejalan, itu yang terpenting,” katanya.
Kesolidan dan persahabatan menjadi slogan para anggota komunitas yang tergabung dalam motor hitam ini. Mereka mengakui jika kedua hal tersebut merupakan modal utama agar komunitas mereka dapat tetap eksis.
“Kami memiliki anggota yang agak tertutup, agar dia tetap betah dan dapat terbuka maka kami memiliki cara dengan mendatangi dia di rumahnya sambil silaturahmi dan sampai sejauh ini metode yang kami gunakan ini cukup efektif,” papar Angga Widya Saputra.
Untuk lebih mengakrabkan diri antarsatu dengan yang lain, Sobbisco juga rutin mengadakan touring. “Kami sering melakukan touring wisata yang tujuannya selain mengakrabkan diri antaranggota juga untuk memperkenalkan potensi budaya Karanganyar yang menurut kami memang layak,” tutur mahasiswa Komunikasi UNS tersebut.
Angga juga mengakui selama bergabung dengan Sobbisco kemampuannya dalam berorganisasi bertambah. “Di sini kan saya termasuk yang dituakan saya harus bisa mengorganisasi teman-teman,” tutupnya. (tia)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







