Segala sesuatu yang berbau tradisional belakangan dianggap sebagai sesuatu yang kuno dan ketinggalan zaman. Pernyataan ini tentunya banyak diamini oleh kalangan anak muda yang berkiblat ke negara Barat. Sekarang ada kecenderungan anak muda saat ini lebih memilih untuk mempelajari kebudayaan Barat ketimbang memilih budaya sendiri. Demikian pula dengan tarian tradisional daerah Indonesia yang kini sudah mulai punah dan terlupakan karena tergantikan dengan berbagai jenis tarian modern. “Saya melihat saat ini anak muda lebih menyukai yang berbau modern jika dibandingkan dengan yang tradisional. Padahal jika ditelaah lebih jauh tarian Nusantara lebih beragam dan lebih indah,” ungkap Ning Wiyarti, pendiri komunitas tari Pesona Nusantara kepada Joglosemar ketika ditemui di sela-sela berlatih, akhir pekan lalu.
Berawal ingin melestarikan kebudayaan khususnya tari, Ning berinisiatif untuk membentuk sebuah komunitas tari. Nantinya komunitas akan membawakan jenis tarian Nusantara. “Karena tidak ingin jika tarian Nusantara yang telah ada punah saya dan teman-teman berinisiatif membuat komunitas ini. Di sini kami membawakan seluruh tarian yang ada mulai dari Sabang hingga Merauke,” lanjutnya.
Kegiatan Positif
Menurut Ning, komunitas tari yang dipimpinnya tersebut juga dimaksudkan untuk menyalurkan kreativitas para anggotanya. “Saya di sini ingin jika teman-teman yang memiliki kemampuan menari tidak disia-siakan. Nantinya, mereka dapat menyalurkannya di sini bersama-sama, jadi kemampuan yang dimiliki tidak hanya dipendam.”
Selain itu, komunitas ingin mengajak para anak muda untuk melakukan kegiatan yang positif. “Bersama komunitas Pesona Nusantara, kami ingin mengajak para anggota untuk melakukan kegiatan yang positif. Bagi kami dengan berlatih tari nusantara sudah ikut melestarikan kebudayaan Indonesia,” imbuhnya. (Rani Setianingrum)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







