Minggu, 12/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Berharap Polisi Lebih Berwibawa dan Kuat

Selasa, 09/03/2010 09:00 WIB -

Insiden mengejutkan menyentak Kota Solo, Sabtu (6/3) malam lalu. Markas Poltabes Surakarta, diserang oleh sekelompok pria bersepeda motor. Hanya mengandalkan batu dan kepalan tangan, perusuh menyatroni ruang Samapta yang dijaga polisi bersenjata, merusak sejumlah barang dan memukuli polisi, lalu pergi tanpa hambatan berarti. Hingga sekarang, belum juga terungkap siapa mereka.
Kejadian polisi atau markas polisi diserang, bukan sekadar peristiwa pelanggaran hukum, tetapi sekaligus juga merongrong simbol penegakan hukum. Publik sepantasnya merasa waswas, apabila institusi pengayom masyarakat dan penegak hukum saja tidak bisa mengamankan dirinya sendiri, bagaimana mungkin polisi bisa melindungi warga sipil yang lebih lemah?
Ada keanehan. Polisi sering mengaku ragu menindak pelaku anarkis, dengan alasan menjaga kondusivitas keamanan, dan lain-lain. Bahkan anarkisme yang menyerang polisi (baca: simbol hukum) pun sering dibiarkan tanpa proses hukum yang memadai. Terlebih jika pelaku orang kuat atau kelompok yang memiliki kekuatan, seperti contoh pemukulan anggota Polri oleh kerabat Gubernur Lampung yang berakhir dengan damai beberapa waktu lalu.
Tidak ada yang bilang bahwa menjadi polisi itu mudah atau tanpa risiko. Karena itulah mereka diperlengkapi dengan senjata, latihan-latihan dan perlengkapan mahal lainnya. Negara juga mengizinkan polisi menggunakan hak-hak istimewa seperti penangkapan, penahanan, bilamana perlu sampai melumpuhkan bahkan menembak mati seorang pelanggar hukum yang berbahaya.
Kesiapan polisi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, juga menegakkan hukum, sebaiknya memang diawali dengan kemampuan menjaga dirinya sendiri berikut aset-aset yang menjadi tanggung jawabnya.
Tetapi, hal penting yang harus dilakukan di luar kemampuan menjaga diri, tentunya juga menjaga citra agar korps Polri tidak mudah dilecehkan, dimusuhi apalagi diserang di tengah-tengah masa damai seperti sekarang.
Menjalankan tugas dengan bersih dan berwibawa, tentu akan membuahkan citra positif yang menjadikan polisi tampil terhormat dan disegani di lapis masyarakat mana pun.
Pedang berkarat, tak akan bisa menebas apa pun dengan sempurna. Demikian juga sapu yang kotor, hanya akan membuat lantai bertambah kotor. (***)

 

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :