Java Jazz Festival kembali digelar. Bagi penikmat musik jazz tentu saja ini menjadi agenda wajib tonton. Tetapi bagi para penikmat musik yang tergolong awam dengan musik jazz, bisa saja untuk menikmatinya. Karena festival musik akbar yang dihelat Jumat-Minggu (2-4/3) juga memberikan warna musik jazz yang kontemporer, paling tidak warna musiknya gampang dicerna.
Java Jazz Festival 2012 akan menawarkan konsep yang berbeda dibanding pergelaran sebelumnya. Masih bertempat di JIEXPO Kemayoran, di ajang jazz terbesar se-Asia ini, akan menyediakan 18 panggung. Pada hari Jumat (2/3) ada 24 artis luar dan 37 dalam negeri. Sabtu (3/3) bakal ada 28 artis luar dan 35 artis dalam negeri. Sedangkan pada penutupnya Minggu (4/3) akan ada 23 artis luar dan 40 artis lokal.
Bisa dikatakan acara ini merupakan tempat bertemunya para musisi jazz dunia. Karena artis yang diundang tak tanggung-tanggung, mulai musisi legendaris jazz seperti Herbie Hancock, Pat Metheny, dan Ron Carter dengan Juilliard Jazz Quartet. Ditambah lagi musisi gaek Al Jarreau, George Duke Trio, hingga legenda musik Stevie Wonder.
Musisi yang terakhir inilah yang digadang menjadi daya tarik. Mengingat penyanyi tuna netra ini merupakan penyanyi top era tahun 1980-an yang sukses dengan lagunya seperti , You Are The Sunshine of My Life, Higher Ground, Living for the Cita, I Just Called to Say I Love You.
Bagi penikmat musik soul-buni, bisa menyaksikan penampilan Medeski Martin & Wood, Robert Randolph and the Family Band, Frank McComb, Soil & Pimp Session, dan Mamas Gun. Masih ada juga nama Mayer Hawthorne & the County, Simon Grey, Dave Koz dan D’Sound yang tak kalah menarik perhatian.
Selain menyuguhkan puluhan musisi luar negeri, tahun ini Java Jazz juga akan menyajikan tribute to Benyamin S dan Utha Likumahuwa. Musisi-musisi tersebut sebelumnya belum pernah ada dalam line up Java Jazz Festival.
“Ada beberapa artis juga yang akan membuat Tribute to Benyamin S dan akan ada tribute to Utha Likumahuwa. Di Java Jazz 2012 juga pertama kali, Addie MS Orchestra akan tampil,” tutur Program Director Java Festival, Eki Puradiredja.
Tribute
Untuk anak-anak muda penggemar jazz, akan dihibur oleh grup jazz fusion yang kini sedang naik daun, yakni Barry Likumahuwa Project (BLP). Penampilan BLP kali ini akan berbeda dengan biasa, sebab mereka bakal tampil bersama Ricky Lionardi Big Band, grup musik yang justru mengusung jazz klasik.
Selain kolaborasi dan pentas tribute, pengunjung juga akan dimanjakan dengan berbagai fasilitas dan teknologi digital di acara ini. Antara lain giant LED, information board, touchscreen information panel yang meliputi jadwal, peta, profil artis, dan video serta lainnya.
Tidak hanya itu saja, teknologi Augumented Reality (AR) dapat membuat pengunjung berfoto dengan artis idola dan langsung disinkronisasi ke sosial media seperti Facebook maupun Twitter, karena wi-fi hot spot cepat untuk memastikan pengunjung terkoneksi dengan internet.
Festival kali ini juga akan memanjakan para penonton dengan memberikan program pemesanan lagu. Program ini untuk memenuhi keinginan para penonton mendengarkan lagu-lagu kesukaan mereka dibawakan oleh para artis musik yang akan tampil di panggung.
”Nanti bisa request lagu di website kami, kira-kira penonton pengen lagu apa yang akan dinyanyikan para penyanyi yang tampil, seperti Syaharani, Tohpati, Sandy Kanester, Sarasvati. Request di website kami mulai Senin-Jumat (20-24/2),” terang Anton Djimantoro, Marketing Manager New Media PT Djarum, Anton Djimantoro.
Cisilia Perwita S | Okezone
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







