Suasana sunyi Sungai Samin pun pecah dengan suara sahut-menyahut memanggil-manggil nama Senen. ”Mbah Senen ndang muliho mbah,” teriak puluhan orang yang menyusuri aliran Sungai Samin pagi itu, Sabtu (6/3).
Sabtu lalu, genap sudah enam hari jasad Senen Warto Mulyono (70) warga Mrangkang, Desa Karangbangun, Kecamatan Matesih yang hanyut di Sungai Samin sejak Senin (1/3) lalu belum juga ditemukan. Upaya keras pencarian tim SAR gabungan dengan dibantu warga sekitar sungai pun tidak menemukan hasil, sampai upaya pencarian tersebut resmi dihentikan.
Seolah tanpa putus asa, para warga laki-laki, baik muda maupun tua di Desa Matesih akhirnya berinisiatif mengerahkan tenaga menyusuri Sungai Samin dari mulai wilayah Matesih hingga Trani, Bekonang, Sukoharjo berharap dapat menemukan jasad kakek ini.
Ratusan orang terlihat sudah mulai turun ke sungai sejak pukul 08.00 WIB dengan masing-masing membawa batang bambu dan kayu. ”Bambu dan kayu ini digunakan untuk njojoh-njojoh pasir atau growongan di pinggir sungai untuk mencari mayatnya mbah Senen,” tutur Kasno salah satu warga.
Dari 14 dusun yang ada di Desa Matesih tidak kurang 500 orang turut serta dalam pencarian massal ini. Mereka pun dibagi-bagi menjadi tujuh area pencarian di sepanjang aliran Sungai Samin tersebut.
Mereka terlihat tanpa lelah terus berjalan d iantara bebatuan besar yang terhampar di aliran Sungai Samin sembari menusuk-nusukan batang bambu atau kayu ke pasir dasar sungai, sela-sela batu dan cekung tebing sungai. Hingga membuat aliran sungai yang bening mendadak berubah keruh dan bergelombang.
Menurut mereka pencarian ini termasuk fenomenal, pasalnya selama ini belum pernah ada korban hanyut di Sungai Samin hingga mencapai hari ketujuh tidak juga ditemukan jasadnya. ”Saya juga heran kenapa tidak ketemu, padahal juga sudah dicari sama tim ahli. Saya menebak mungkin tubuhnya itu nyangkut di gorong-gorong tebing sungai, karena saya tahu ada beberapa gorong-gorong itu panjangnya lebih dari lima meter,” tutur Widodo, Kadus Kalongan, Matesih.
Menurutnya apa yang dilakukan para warga Matesih ini murni solidaritas dan wujud kemasyarakatan bagi keluarga korban. Bahkan katanya upaya pencarian pun sudah dilakukan warga sejak hari pertama kejadian. (Bagus Sandi Tratama)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







