Jumat, 18/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Berbeda Latar Belakang, Hasilkan Kekayaan

Kamis, 25/03/2010 09:00 WIB - tia

Setiap musisi pastilah karyanya ingin diakui dan dinikmati oleh masyarakat. Apalagi telah memiliki banyak penggemar. Karya ini juga dimaksudkan sebagai bukti eksistensi dan hasil nyata. Hal ini pula yang dilakukan oleh grup Reggae Samalona. Selama hampir 10 tahun berkarya, mereka telah menghasilkan sebuah album dan dua singlet. “Album pertama kami berjudul Kayarasa. Dalam album tersebut ada delapan lagu yang kesemuanya memiliki ciri khas masing-masing,” papar Nanang, pemain keyboardist.
“Sesuai dengan judulnya album ini memiliki keunikan tersendiri dengan lirik yang universal, tidak monoton satu dengan yang lainnya, dan memiliki warna serta nuansa yang berbeda,” lanjut sarjana seni rupa UNS, itu.
Kesuksesan yang dirasakan para personel Samalona mengusung musik Reggae tentunya tidak lepas dari anggapan masyarakat. Mengingat masyarakat masih ada yang menganggap Reggae cenderung dengan rambut gimbal dan rasta. Menanggapi hal ini, Manajer Samalona, Iyok mengungkapkan musik Reggae berasal dari Jamaika. “Reggae memang berasal dari Jamaika yang memang ada kecenderungan untuk menghisap ganja, namun kondisi di sana dan di sini tentunya tidak dapat disamakan. Kita kan memang negara hukum. Kami juga merupakan warga yang tentunya juga mentaati hukum, jadi kami menghindari hal-hal seperti itu.”
Band berbasecamp di Rumah Sewa Jurug sekarang sedang sibuk mempromosikan album mereka yang bertajuk Kayarasa. “Saat ini, kami sedang sibuk mempromosikan album perdana kami,” terang Nanang.
Menyinggung mengenai kemungkinan untuk bergabung dengan salah satu lebel, Iyok mengaku khawatir nantinya tidak dapat mempertahankan. “Kami khawatir kalau nantinya tidak dapat mempertahankan apa yang menjadi ciri khas kami. Kami di sini tidak hanya mementingkan sisi komersialnya saja.”
Kebanyakan musik yang diusung oleh kaum termarjinalkan lebih merakyat dan tidak komersial. Ini juga yang ditunjukkan oleh para personel Samalona. “Kami memiliki slogan yang berbunyi Gak harus kaya raya untuk menyukai musik Reggae, cukup Kayarasa,” tutur Nanang. (tia)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :