Berangkat dari tekad untuk mengembangkan usaha rumah makan bermenu ayam, tahun 1996 silam pasangan yang dianugerahi dua putra ini mulai mewujudkan mimpinya. Usaha itu dirintis dengan mengontrak rumah seluas 720 m2 untuk dirombak menjadi rumah makan sederhana di Jalan Sukowati 146, Sragen.
Perlahan tapi pasti, omzet rumah makan dengan menu ayam goreng ini, terus berkembang. Hingga sepuluh tahun kemudian, sekitar 2006 lalu, mimpi untuk membangun rumah makan modern berkonsep alam kembali diwujudkan dengan membangun rumah makan Roso Joyo di areal persawahan di Jl Irian, Nglorog.
“Ketekuan dan kesabaran. Sejak awal kami memang hanya modal nekat saja. Tapi saya selalu berprinsip pekerjaan apa pun kalau ditekuni lama-lama bisa untuk hidup juga,”ujar Yohanes Paidin merendah.
Pria bersahaja yang lahir 14 April, 31 silam ini pun mengisahkan, niat mendirikan rumah makan bermula dari kedekatannya dengan unggas itu. “Hampir lima belas tahun saya berpisah dari keluarga untuk ikut ngenger (membantu) pengusaha daging ayam. Dari situ saya bisa sekolah dan bisa lulus,”kenangnya. Kedekatannya dengan ayam inilah yang kemudian menuntunnya untuk menggagas sebuah rumah makan dengan menu utama ayam goreng dan diberi nama “Roso Joyo”.
Ditanya kiat suksesnya dalam mengelola bisnis kuliner, Paidin mengaku selalu mengutamakan pelayanan dan kenyamanan bagi para pelanggannya. Selain itu, cita rasa juga memegang peranan penting dalam menggaet pelanggan. Bahkan, kehandalan cita rasa ayam goreng kampung racikannya pernah membawa RM Lesehan Roso Joyo menyabet juara pertama dalam Lomba Masakan Ayam Goreng se-Kabupaten Sragen. (yok)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







