Jumat, 18/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Bentrokan Pecah di Yerusalem

Rabu, 17/03/2010 09:00 WIB - oke/ida

YERUSALEM—Wilayah Yerusalem terus bergejolak. Kali ini, bentrokan pecah antara warga Palestina dengan polisi Israel. Bentrok dipicu oleh rencana Israel membangun 1.600 pemukiman bagi warga Israel di daerah yang dianggap suci untuk agama Islam, Kristen dan Yahudi tersebut.
Warga Palestina yang menggunakan penutup wajah tampak melemparkan batu ke arah polisi Israel. Aksi warga Palestina mendapatkan perlawanan polisi dengan menembakkan gas air mata ke arah mereka.
Menurut Juru bicara Kepolisian, Shmuel Ben Ruby, polisi terpaksa menembakkan gas air mata untuk membubarkan aksi warga yang bertindak anarkis. Tidak ada korban tewas ataupun terluka dalam insiden ini.
Sinagoga Hurva
Sementara dikutip dari bbc.co.id, kelompok militan Hamas menyebut Selasa kemarin sebagai hari pembalasan atas keputusan Israel membuka kembali Sinagoga Hurva di dekat Masjid al Aqsa.
Gerakan Fatah Pimpinan Presiden Palestina Mahmoud Abbas juga menyatakan tidak setuju dengan pembukaan Sinagoga yang pernah dua kali dihancurkan ini. ”Sinagoga ini hanya akan memicu kekerasan dan menyulut fanatisme dan ektremisme agama,” kata Hatem Abdel Qader, juru bicara Fatah untuk urusan Yerusalem.
Selain itu, bentrokan terjadi ketika hubungan Israel dan Amerika Serikat (AS) mengalami gangguan. Utusan AS untuk Timur Tengah George Mitchell menyatakan marah dengan keputusan Israel membangun 1.600 rumah baru di Yerusalem Timur.
Wakil Presiden AS Joe Biden ketika berkunjung ke Israel pekan lalu juga menyatakan tidak setuju dengan langkah Israel ini. Mitchell mengatakan pihaknya masih menunggu jawaban Israel dan mendesak Tel Aviv menunjukkan komitmen untuk memulai kembali perundingan damai.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa kebijakan pembangunan pemukiman Yahudi akan diteruskan, dan menambahkan tidak akan ada pengurangan jumlah rumah untuk warga Yahudi di Yerusalem. (oke/ida)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :