Kesuksesan hidupnya, nyaris seperti karier yang digelutinya saat ini. Sebagai seorang desainer Solo dia rintis dari nol hingga sukses seperti sekarang, ibarat dia telah berhasil mendesain hidupnya.
Dialah Bambang Nugroho. Sedikitnya, tiga jabatan bonafit melekat pada pria yang akrab disapa Benk ini. Selain tercatat sebagai direktur GAGE design (CV Grafika Gunung Emas), Benk juga tercatat sebagai Direktur CV Abad Indonesia dan Direktur Konsultasi Indonesia (Koin).
Bagaimana Benk mendesain hidupnya hingga sukses seperti saat ini? Semua tidak mendadak, namun butuh proses panjang. Benk mengibaratkan, ketika seseorang melangkahkan kaki sebanyak 1.000 langkah, sebelumnya, wajib untuk melangkahkan kaki pertama dulu.
Begitu juga, ketika dia berniat menjadi seorang yang sukses dalam usahanya, dia pun memulainya dari usaha yang kecil dulu.”Mulai dari kecil-kecilan dulu,” ujarnya saat berbincang dengan Joglosemar.
Sebelum usaha desainnya besar, pemilik Gage Design ini, menuturkan, memulai berbisnis sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Namun, jalurnya tak pernah jauh-jauh dari dunia desain.”Kalau dulu, pertama-tama buka pesanan kaus dan stiker. Kemudian ikut mendekorasi dengan menggunakan sterofrom,” kata Benk. Bisnis pertamanya itu, belum dia jalani secara total, karena dia masih sebatas perantara saja.
Cara bisnisnya terbilang unik. Meski dikenal sebagai desainer, Benk awalnya belum memiliki percetakan sendiri untuk memenuhi pesanan pelanggannya.”Ketika ada teman yang tertarik dengan desain saya, lalu ada yang pesan itu dalam bentuk kaos atau stiker saya menerima. Terus saya cetakkan di tempat lain,” tuturnya.
Naluri bisnisnya muncul bukan tanpa sebab. Tuntutan untuk hidup mandirilah yang memotivasi Benk merintis bisnis desainnya. ”Saat masih duduk di kelas tiga SD ayah dipanggil Tuhan, sejak itu saya harus bisa mandiri,” kata dia.
Setelah cukup berpengalaman dalam bisnis desain, tamat dari bangku SMA, Benk bersama seorang temannya mendirikan sebuah usaha desain, meski skalanya masih kecil. Baru sekitar tahun 2004, Benk berani membuka usaha sendiri usaha desainnya dengan nama ”Gage Design”.
Tepat Waktu
Meski menjajaki bisnis sejak usia dini, rasa was-was akan gagal tetap dirasakan Benk. ”Dulu awalnya saya itu takut, nanti bisa menggaji karyawan atau tidak, tapi ternyata saya bisa melakukannya. Dengan mengambil kantor di garasi rumah Ibu saya, saya mulai mengembangkan usaha tersebut,” tutur bapak satu putra tersebut.
Berhasil mengatasi rasa was-wasnya, Benk semakin percaya diri untuk mengembangkan bisnis desainnya menjadi lebih besar. Menurutnya, kunci untuk mengembangkan sebuah bisnis hanya satu hal, yakni kepercayaan. ”Ketika klien memberikan kepercayaan kepada kita, maka gunakan kepercayaan tersebut dengan sebaik-baiknya. Jika sekali kita mengecewakan klien, maka bakal fatal akibatnya,” pesan Benk.
Rahasia kunci bisnis desainnya itu, terus dia jaga. Baginya, kepuasan klien adalah pertaruhan hidup mati bisnisnya. Untuk itulah Benk selalu menjaga kualitas mutu desain karyanya. Bahkan nama Gage di usaha desainnya itu terinspirasi dari kunci sukses bisnisnya. ”Gage itu dalam bahasa Jawa artinya cepat selesai. Makanya, untuk kepuasan klien, kami ingin mengerjakannya selesai tepat waktu,” terangnya.
Belajar dari bisnisnya itu pula, Benk juga menerapkan kunci suksesnya untuk ”mendesain” hidupnya sehari-hari. Dengan prinsip tepat waktu ditambah niat bekerja keras dia berhasil mengubah pola hidupnya. ”Kerja keras kalau tidak tuntas juga tidak ada gunanya, lalu cerdas tapi tidak mau bekerja keras juga sama saja. Maka yang penting itu kerja keras, cerdas, dan tuntas,” tutur lelaki yang juga berprofesi sebagai dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) ini. (Dwi Hastuti)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







