JEBRES—Hari pertama pelaksanaan ujian nasional dipastikan aman dan belum ditemukan kasus kebocoran soal. Upaya antisipasi telah dilakukan baik dari pihak kepolisian maupun sekolah. Dan pengamanannya pun dilakukan secara berlapis, sehingga kesempatan kebocoran sangat kecil. Selain itu pihak sekolah yang dipakai sebagai gudang penempatan soal diharuskan turut menjaga keamanan.
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Surakarta, Thoyyibun mengatakan, soal UN didistribusikan pada hari Sabtu (20/3) lalu. Kunci pengamanannya diakukan secara berganda, yakni dibawa oleh kepala sekolah dan tim dosen. ”Jika ingin membuka ruangan soal harus ada keduanya. Jika salah satu saja tak akan bisa. Maka keamanan soal dipastikan terjaga,” paparnya saat menerima tim inspeksi mendadak dari Komisi IV DPRD Surakarta, Senin (22/3).
Pengawasan silang yang diterapkan pada pelaksanaan UN, juga merupakan salah satu upaya menutup bocornya soal-soal. Tak hanya itu, seluruh Kepala Sekolah juga sudah diminta untuk mengimbau kepada siswanya agar tidak percaya dengan kunci soal yang ditawarkan pihak lain. ”Pengawasan dilakukan secara silang, maka tidak mungkin sekolah mau memberikan jawaban kepada murid sekolah lain,’’ jelas Kepala Sekolah SMAN 1 Surakarta itu.
Di sisi lain, ia juga menyampaikan ada kemungkinan adanya kebocoran soal. Menurut dia, kebocoran dimungkinkan terjadi di sekolah swasta tertentu terutama yang tidak favorit, untuk mendongkrak ranking sekolah.
Ia mengharapkan hasil positif akan di dapatkan anak didiknya, seperti yang telah didapatkan pada tahun lalu. Jumlah kelulusan 100 persen telah diperoleh oleh SMA favorit di Surakarta itu. (nun)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







