Jumat, 18/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Banyak Kegiatan Butuh Dana Besar Tim Anggaran Sulit Susun APBD 2010

Rabu, 28/10/2009 20:55 WIB - dhi

BALAIKOTA (Joglosemar): Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengaku mengalami kesulitan dalam merumuskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2010 mendatang. Pasalnya, anggaran untuk APBD tahun 2010 sangat minim. Sedangkan, kegiatan cukup banyak dan memerlukan pembiayaan besar.
“Harapannya akhir Oktober atau paling lambat awal November ini, TAPD sudah bisa merumuskan anggaran untuk dimasukkan dalam APBD 2010. Tapi keliatannya agak sulit. Duitnya makin tipis, tapi beban kegiatannya makin banyak,” ungkap Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kota Solo, Anung Indro Susanto, Selasa (27/10).
Jadi, kata dia, TAPD harus benar-benar cermat untuk menentukan kegiatan sesuai dengan skala prioritas. ”Ini yang bikin lama dan penyusunan APBD jadi sulit,” ungkapnya.
Menurut Anung, sejumlah kegiatan yang memerlukan anggaran pendanaan besar, yang menempatkan prioritas pada anggaran 2010 mendatang di antaranya, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), pertemuan menteri perumahan se-Dunia serta sejumlah program kerja masing-masing SKPD.
“Minimnya anggaran, diperparah lagi dengan berkurangnya alokasi Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Pemerintah Pusat. Ya mau bagaimana lagi, mungkin memang plot anggaran dari APBN juga sangat terbatas,” ujarnya.
Yang pasti, lanjut dia, kalau anggaran APBD tahun 2010 ini sama dengan tahun 2009 ini, jelas tidak akan mencukupi. ”Apalagi kalau dana APBD tahun 2010 ini kurang dari tahun 2009 yang jumlahnya mencapai sekitar Rp 800 miliar,” terangnya.
Anung menjelaskan, untuk 2010 mendatang, DAU pada tahun 2009 mencapai Rp 435 miliar, saat ini hanya mendapatkan alokasi Rp 428 miliar atau turun sebesar Rp 7 miliar. Sedangkan untuk DAK, dari Rp 38 miliar pada tahun 2009, untuk tahun 2010 mendatang turun menjadi Rp 29 miliar. (dhi)
 

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :