Minggu, 12/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Bank Muamalat Buka 6 Kantor Cabang Baru

Senin, 11/01/2010 11:00 WIB - nie

SOLO—Untuk semakin memperluas jaringannya, pada tahun 2010 ini Bank Muamalat berencana membuka enam kantor cabang baru. Kantor cabang akan dibuka baik di dalam maupun luar Kota Solo yang masih termasuk dalam wilayah eks Karesidenan Surakarta.
Menurut Account Manager Bank Muamalat, Alwan Jihadi, hingga saat ini Bank Muamalat sudah memiliki tujuh kantor cabang yang tersebar di Solo, Klaten, Boyolali, Wonogiri, dan Sukoharjo. Dan tahun ini giliran Sragen dan Karanganyar menjadi target selanjutnya.
Selain dua kabupaten ini, rencananya Bank Muamalat juga akan membuka kantor-kantor layanan baru di sejumlah pusat bisnis yang ada di Solo. Beberapa tempat itu adalah Pasar Legi, Pasar Gede, Pasar Nusukan, dan Solo Baru.
“Pembukaan kantor cabang baru yang kita lakukan ini adalah bagian dari target secara nasional yang akan membuka kantor cabang di seluruh kabupaten di Pulau Jawa pada tahun 2010 ini. Dengan dibukanya kantor-kantor cabang baru ini diharapkan dapat mendongkrak jumlah nasabah maupun himpunan dana pihak ketiga (DPK) Bank Muamalat,” tutur Alwan pekan kemarin.
Sepanjang tahun 2009 lalu jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) yang terhimpun berkisar Rp 200 miliar atau 25 persen lebih banyak dari target yang ditetapkan. Sedangkan untuk pembiayaan sendiri bekisar antara Rp 125 miliar sampai 130 miliar dengan non performing finance-nya (NPF) hanya sekitar 0,1 persen.
“Dan untuk tahun 2010, dengan dibukanya sejumlah kantor cabang baru, kita menargetkan DPK bisa tumbuh 25 persen. Selain mengandalkan kantor-kantor cabang baru, kita juga mulai menjalin kerja sama dengan BMT (Baitul Maal wa Tamwil) dan BPRS (Bank Pembiayaan Rakyat Syariah),” jelas Alwan. (nie)
 

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :