Bekerja sama dengan Joglosemar, PT Athaya membagikan voucher potongan harga untuk pembelian rumah subsidi di Perumahan Graha Mitra Berseri. Ini adalah bentuk kepedulian mereka terhadap perumahan rakyat.
Komisaris Utama PT Athaya, Bonus Puji Raharjo, menuturkan ada 100 voucher yang siap dibagikan. Tak tanggung-tanggung satu lembar voucher bernilai Rp 2 juta yang tentu saja bisa memperingan pembelian rumah subsidi.
Dengan adanya voucher ini diharapkan dapat membantu mereka yang benar-benar membutuhkan rumah namun memiliki penghasilan pas-pas. “Tidak kami pungkiri bahwa voucher ini memberi kontribusi positif pada bisnis kami, tapi lebih dari pada itu PT Athaya pun ingin membantu masyarakat yang dalam memperoleh rumah subsidi ini. Kita harapkan dengan voucher ini bisa sedikit membantu meringankan beban para pembeli,” tuturnya pada Joglosemar, Kamis (11/3).
Untuk memperoleh potongan harga senilai Rp 2 juta, calon pembeli tinggal menunjukkan voucher ini pada saat melakukan pembelian rumah. Voucher hanya berlaku hingga akhir Maret 2010.
“Untuk memdapatkan voucher ini gampang. Masyarakat tinggal membeli Harian Joglosemar edisi besok (hari ini-red) dan menggunting kupon yang ada di dalamnya. Kemudian bawa kupon ini ke kantor Joglosemar untuk ditukarkan dengan voucher. Voucher ini hanya berlaku sampai akhir bulan ini,” terang Bonus.
Rumah Komersial
Graha Mitra Berseri adalah proyek keempat perumahan subsidi yag dibangun oleh PT Athaya, dan terletak di daerah Sugih Waras, Wonorejo, Karanganyar. Mereka sudah mulai fokus pada penggarapan segmen ini sejak tahun 2007 lalu. Sebagai developer yang tergabung dalam Real Estat Indonesia (REI) Solo, PT Athaya memang memberikan perhatian cukup besar pada proyek perumahan murah dari Kementrian Perumahan Rakyat ini.
“Tentu sangat naif jika saya katakan proyek subsidi ini semata-mata untuk aksi sosial, karena yang saya rasakan perputaran keuntungan dari perumahan ini cukup cepat sekalipun margin profitnya kecil. Tapi kami sadar di luar sana masih banyak rakyat Indonesia yang membutuhkan hunian dengan harga murah,” ungkapnya.
Dan untuk melancarkan pembangunan perumahan subsidi di tengah semakin mahalnya harga tanah, PT Athaya pun melakukan subsidi silang dengan pembanguna beberapa unit rumah komersial untuk menopang harga rumah subsidi. Namun demikian jumlahnya tidak sampai 15 persen dari total unit rumah yang dibangun.
“Selain befungsi sebagai subsidi silang, dengan adanya unit-unit rumah komersil ini secara tidak langsung membangun psikologis lingkungan perumahan. Karena dengan demikian yang menghuni perumahan tersebut tidak hanya dari kalangan ekonomi menengah ke bawah tapi juga ada dari kalangan atasnya,” imbuh Bonus. (Rachmadhani Fitriastuti)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







