PERTH—Sekitar 100.000 warga Perth, Australia, hidup tanpa aliran listrik, setelah badai melanda wilayah tersebut, Selasa (23/3). Badai tersebut disertai hujan es yang ukurannya sebesar bola golf serta mengakibatkan banjir dan longsor.
Badai dahsyat ini juga menyebabkan warga setempat tidak meminta bantuan pertolongan lewat telepon, karena jalur telepon putus akibat pohon tumbang banyak menimpa aliran listrik dan telepon. Bencana ini juga menyebabkan rumah sakit di Perth mengalami banjir, sementara sekolah terpaksa ditutup akibat kerusakan dialami.
Sekitar 20 orang dievakuasi dari rumah sakit setelah atap dari ruangan daruratnya runtuh. Longsor yang juga menyertai badai ini sempat merusak dua mobil dan memenuhi sebuah apartemen dengan lumpur. Demikian diberitakan AFP, Selasa (23/3).
Saat puncak badai berlangsung, sekitar 160.000 rumah warga tidak bisa dialiri oleh listrik. Badai kecepatan angin mencapai lebih 120 kilometer dan memuntahkan sekitar 40 milimeter curah hujan makin memperburuk kondisi warga.
Perdana Menteri Wilayah Australia Barat Colin Barnett memperkirakan, kerugian akibat badai ini dapat menyentuh angka hingga jutaan dolar. Amukan badai juga melumpuhkan jadwal penerbangan serta layanan kereta api komuter.
Kencangnya badai kali ini mengikuti badai siklon yang sebelumnya melanda pada Minggu 21 Maret lalu. Saat itu badai yang menyerang wilayah Great Barrier Reff di timur Australia, menyebabkan pohon tumbang dan merusak kapal serta rumah milik warga. (oke)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







