Saat melewati jalanan di Kota Solo dan sekitarnya, masih banyak saya jumpai beberapa kendaraan umum, utamanya bus kota, yang mengeluarkan asap hitam tebal. Asap itu akan keluar makin banyak saat bus itu ditambah kecepatannya.
Bisa dibayangkan, betapa tersiksanya pengguna jalan yang berada di belakang bus tersebut. Bahkan, meskipun sudah menggunakan helm tertutup, asap itu tetap saja terhirup masuk ke pernapasan.
Padahal, asap kendaraan mengandung banyak zat yang membahayakan kesehatan. Menurut artikel yang pernah saya baca, pencemaran udara lebih mempengaruhi anak-anak dari pada orang dewasa.
Studi telah membuktikan bahwa anak-anak yang tinggal di kota dengan tingkat pencemaran udara lebih tinggi, mempunyai paru-paru lebih kecil, lebih sering tidak bersekolah karena sakit, dan lebih sering dirawat di rumah sakit. Rendahnya berat badan anak-anak dan kecilnya organ-organ pertumbuhan mereka, memberi risiko yang lebih tinggi pula bagi mereka.
Demikian pula kebiasaan bayi menghisap sembarang benda yang tercemar, anak-anak yang lebih besar bermain-main di jalanan yang dipenuhi asap kendaraan dan buangan hasil pembakaran bermuatan timah.
Jika demikian kenyataannya, mengapa pihak berwenang masih mengizinkan kendaraan dengan asap hitam tebal beroperasi?
Sudiqdo
Kadilangu RT 02 RW 01, Baki,
Sukoharjo.
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







