India agaknya tidak akan lagi kekurangan sumber energi. Dengan bantuan cahaya matahari yang melimpah, negeri ini segera menyulap sebuah atap menjadi penghasil listrik untuk keperluan rumah dan kantor.
Pemerintah India saat ini tengah intens berdiskusi dengan Massachusetts Institute of Technology (MIT) di AS guna mendapatkan lisensi untuk menggunakan purwarupa atap penyimpan energi berkapasitas 1 megawatt.
”Kami terus berkomunikasi dengan MIT, agar bisa bekerja sama memasang atap penyimpan energi untuk rumah dan perkantoran di India,” kata Sekretaris Kementrian Bidang Energi India H S Brahma, seperti dikutip dari Times of India, pekan lalu.
Kementerian Bidang Energi India telah mengajukan proposal kerja sama dengan MIT di bawah pengawasan Indo-US Science and Technology Forum untuk mengembangkan prototip baterai penyimpan energi, dan menjadikannya produk komersil yang bisa memenuhi kebutuhan energi di India.
Dengan memanfaatkan panel matahari, sebuah atap yang berfungsi sebagai baterai penyimpan energi akan mengubah cahaya matahari menjadi listrik hingga 1 MW dan menyimpannya. Energi yang tersimpan pada atap ini menjadi pasokan energi yang bisa memberikan daya bagi satu desa atau wilayah kota kecil.
”Menjadi negara tropis dengan matahari yang bersinar cerah selama 10 bulan setiap tahunnya adalah modal dasar bagi India. Kondisi ini cocok bila didukung dengan teknologi baterai penyimpanan energi seperti ini,” tandas Brahma.
Perdana Menteri India, Manmohan Singh juga tengah menggencarkan rencana ambisius negaranya sebagai pemimpin global dalam hal tenaga surya. Singh mengatakan, energi matahari atau solar dapat membantu mengamankan energi India dan mengatasi perubahan iklim, serta menawarkan peluang industri baru di negara yang kekurangan.
Misi solar nasional India, lanjut Singh, diharapkan bisa mewujudkan, India sebagai pemimpin global di bidang energi matahari. ”Pesatnya penyebaran sistem pencahayaan surya, pompa air tenaga surya dan tenaga surya pedesaan berbasis aplikasi dapat mengubah wajah sektor energi di pedesaan kita,” kata Singh.
Misi Solar ini mempunyai tujuan meningkatkan kapasitas energi surya secara eksponensial untuk mencapai 20.000 megawatt sejak tahun 2022, dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Jumlah itu akan memberikan daya yang cukup untuk 20 juta rumah, dengan masing-masing menerima 1 kilowatt.
Menurut data dari Departemen Energi Baru dan Terbarukan (MNRE), Oktober silam, pemerintah India memaparkan, saat ini ada sekitar 80.000 desa-desa miskin di India yang tidak memiliki akses terhadap jaringan listrik. Dengan kondisi itu, saat ini India hampir memproduksi sembilan megawatt tenaga surya.
Dengan inovasi dari energi yang terbarukan, India sukses memproduksi lebih dari 15.000 megawatt listrik dari semua sumber energi terbarukan tersebut. Menurut MNRE, sebanyak 10.000 megawatt energi tersebut dihasilkan dari tenaga angin. (oke/Muhaimin)








