Hilangnya pengaruh gaya gravitasi Bumi di luar angkasa kembali dibuktikan. Melalui misi pesawat ulang-alik Endeavour para awak NASA memperlihatkan kepiawaiannya dengan berjalan di sekitar pesawatnya di luar angkasa selama enam jam.
Adalah Nicholas Patrick, astronaut asal Inggris yang memukau dunia dengan aksi berjalan enam jam di luar angkasa itu. Bukan tanpa tujuan, Patrick melakukan atraksi berani itu, karena ingin membantu melakukan perbaikan di Stasiun Luar Angkasa Internasional.
Patrick bersama astronaut Amerika Serikat, Bob Behnken, yang tergabung dalam misi NASA melakukan perbaikan transmisi pada Stasiun Luar Angkasa Internasional. Perbaikan yang mereka lakukan dengan menghubungkan sistem pendingin ke simpul Tranquility.
Simpul Tranquility ini merupakan fasilitas khusus yang dapat menampung dua awak pesawat yang dilengkapi dengan stasiun yang bisa dipindah-pindahkan serta dapat mengendalikan stasiun seperti gerak-gerik pada robot.
Misi mereka, selain melakukan perbaikan transmisi di Stasiun Luar Angkasa Intenasional, juga mengerjakan bagian unit observasi. Tujuannya, untuk memberikan pemandangan kepada awak ruang angkasa yang memungkinkan bagi mereka untuk memantau tempat beristirahat di luar angkasa yang lebih baik. Stasiun yang mereka perbaiki, memiliki enam jendela di sepanjang sisi-sisinya dan tempat lain. Semua sarana stasiun itu, dilengkapi juga dengan pelindung dari ancaman meteorit.
Misi Diperpanjang
Patrick dan Bob merupakan bagian dari enam awak pada misi STS-130 yang dimulai sepekan lalu, saat pesawat ulang-alik Endeavour diluncurkan di Florida. Menurut NASA misi Endeavour bakal membawa astronaut NASA mengelilingi planet Bumi lebih dari 200 kali, dengan jarak sekitar 15 juta kilometer.
Misi STS-130 itu juga bagian dari proyek NASA yang telah memperpanjang misi satu hari dari rencana sebelumnya, 14 hari, di Stasiun Luar Angkasa Internasional. Rencananya, Endeavour dijadwalkan kembali meluncur pada 21 Februari (hari ini-red).
Khusus untuk Patrick, dia berencana terbang lagi untuk terakhir kalinya sebelum pensiun. ”Semua pelatihan yang kami jalani sulit tetapi pelatihan fisik untuk berjalan di luar angkasa lebih banyak. Seperti belajar ski, karena, Anda merasa sakit kepala dan secara konstan menurun, tapi setelah latihan itu mulai merasa wajar,” kata astronaut berusia 45 tahun ini, seperti dilansir dailymail.co.uk
Obseinya untuk berjalan di luar angkasa sudah ada dalam benak Patrick cukup lama. Dan dengan Endeavour dia berhasil mewujudkan obsesi uniknya.”Apa yang benar-benar saya inginkan adalah keluar dari pesawat dan melihat untuk pertama kalinya Bumi di bawah,” kata dia. (Muhaimin)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







