Biasanya para aktris ini menjadi pemain alias diarahkan oleh sutradara. Tetapi untuk kali ini dalam gelaran festival film independen yang rutin digelar tiap tahun dalam program LA Lights Indie Movie 2009 ini mereka menjadi sutradara.
LA Light Indie Movie adalah program tahunan yang digelar oleh salah satu produsen rokok. Gelaran ini sudah menginjak tahun ketiga. Program ini menjadi salah satu wadah kreasi dari para pecinta film independen.
Karya yang dihasilkan para artis dalam program Bikin Film Bareng Artis seolah adalah sebuah alternatif lain yang wajib ditonton jika kita ingin mencari tontonan segar yang memiliki visi. Hasil karya dari para aktris ini pun ditayangkan oleh stasiun RCTI mulai Selasa (1/12)-Senin (28/12).
Hasil karya mereka cukup menarik lantaran juga memiliki ketajaman ketika berbicara soal estetika dan idealisme film indie. Tengoklah film karya Lukman Sardi dengan film Tukang Jahit yang menggambarkan soal bagaimana sepantasnya seseorang dalam memaknai identitas bangsanya dalam bendera. Rasa hormat pada simbol negara menjadi kuat tereksplor dalam film ini.
Kreatif
Sedangkan di film Di Burger Bacem, arahan sutradara Desta dari grup band Club Eighties. Film ini sungguh menarik, selain ide kreatif ceritanya, Desta berhasil membangun karakter tiap pemain dengan maksimal. Film bercerita tentang Dito yang selama ini selalu menyimpan perasaanya terhadap gadis pujaannya. Ketika kesempatan itu datang bersamaan dengan bertemunya mereka di Burger Bacem, tempat kerja Dito, ternyata sang gadis telah tiada.
Lalu ada Luna Maya yang menyutradari film Suci and The City, di film ini kuatnya penggambaran sebuah alur kisah dari ide cerita terpampang begitu jelas. Sosok Suci seorang gadis yang mencoba berbaik hati mengembalikan dompet yang terjatuh di sebuah halte, seolah adalah jalan awal bagi dirinya masuk skenario jebakan trafficking kota besar di Indonesia.
Sigi Wimala men-direct Gay/Tidak dimana film ini mungkin ingin mengangkat fenomena sosial mengenai ketertarikan sesama jenis secara seksual antara sesama lelaki. Pengambilan adegan film ini atau lebih tepatnya perpindahan dari scene satu menuju scene yang lain begitu baik. Dimana alur cerita dari skenario menjadi jelas arahnya.
Bukan tidak mungkin dari hasil karya yang telah dihasilkan para artis ini, perfilman Indonesia semakin memiliki banyak sutradara muda, baru dan berbakat yang berangkat dari perannya sebagai aktor dan aktris. Apalagi di tengah gebyarnya film hantu dan komedi, film-film ini bisa memberikan nuansa segar dalam dunia perfilman di Indonesia. (Cisilia Perwita Setyorini)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







