JAKARTA—Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengungkapkan bila belum ada pembahasan mengenai pembayaran dana nasabah reksa dana bodong PT Antaboga Deltasekuritas Indonesia yang akan dibiayai dari APBN.
“Belum, belum. Belum ada pembahasan soal ini,” katanya singkat usai rapat Persiapan Bahan Rapat Kerja ke-2 dengan para Menteri dan Gubernur se-Indonesia yang dihadiri seluruh Menko, Ketua UKP4, serta Kepala Bappenas, di Istana Wapres, Jakarta, Rabu (24/3).
Saat ini, opsi yang diberikan apakah akan diganti dengan menggunakan APBN atau menunggu pengembalian aset Bank Century, dia menjelaskan bila dilihat dulu masalah legalitasnya. Ini dilakukan untuk mendudukan masalah Antaboga yang dilihat dari aspek hukum.
Saat dikonfirmasi bila Bank Century yang statusnya sudah diambil alih (take over) pemerintah, Hatta pun mengklarifikasinya. “Jangan keliru, itu istilahnya bukan di take over. Itu mendapatkan modal sementara dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), yang betul itu,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, nasabah korban Antaboga Delta Sekuritas menolak dua opsi sumber pengembalian dana nasabah, yang direkomendasikan pemerintah. Mereka pun meminta, LPS untuk bertanggung jawab.
Koordinator forum nasabah Antaboga Z Siput kemarin mengatakan, dua opsi yang disiapkan pemerintah tersebut tidak realistis. Senada, korban reksa dana bodong Antaboga di Solo juga menolak dua opsi tersebut. Menurut mereka, seharusnya LPS-lah yang mengganti uang mereka. (oke)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







