KLATEN (Joglosemar): Untuk mengantisipasi datangnya musim hujan, kelompok pengembang makanan olahan di Desa Baran, Kecamatan Cawas, Klaten mulai mengandalkan rumah Surya.
Rumah Surya tersebut berfungsi untuk mengeringkan makanan, ketika cuaca mendung dan tidak ada sinar matahari. Rumah surya berbentuk bangunan seperti rumah biasa, dengan ukuran kecil, yakni 3 x 5 meter dan terbuat dari bahan aluminium dan fiber.
“Jika musim panas seperti ini masih bisa menggunakan panas matahari. Tapi jika sudah mulai musim penghujan kita menggunakan bahan bakar dari jerami yang dibakar,” ungkap Titik Eka Sasanti dari LSM Gita Pertiwi, Sabtu (24/10).
Gita Pertiwi bekerja sama dengan Yogyakarta-Central Java Community Asistance Program mendirikan dua buah rumah surya untuk membantu perajin makanan olahan di Kecamatan Cawas. Dua rumah surya tersebut dibangun di Desa Baran dan Desa Tirtomarto, Cawas.
Menurut penjelasannya, untuk membangun satu buah rumah surya dibutuhkan dana sebesar Rp 13 juta. “Untuk teknisi pembuatan rumah surya itu, kita masih dibantu kenalan dari Jerman. Jika kita membuat sendiri justru akan lebih mahal, bisa mencapai Rp 25 juta,” ungkap Titik.
Meskipun musim penghujan belum efektif berjalan, namun rumah surya itu sudah digunakan untuk mengeringkan berbagai jenis makanan olahan, seperti sale pisang, rengginan dan berbagai makanan kering yang lain.
“Suhu di dalam rumah surya ini bisa mencapai 50 derajat, sehingga keringnya lebih cepat bila dibandingkan bila langsung dijemur di bawah sinar matahari,” ungkap Gemi Hastuti (42), salah satu anggota kelompok makanan olahan yang mereka beri nama Barokah tersebut. (xna)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







