Jumat, 18/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Antisipasi Bencana Gempa Konstruksi Bangunan Rumah Perlu Dicek

Selasa, 27/10/2009 21:39 WIB - qds

JOGJA (Joglosemar): Masyarakat diimbau untuk mengecek kekuatan konstruksi bangunan rumah, menyusul semakin tingginya intensitas gempa bumi di Indonesia. Sehingga jika bencana gempa sewaktu-waktu datang, jumlah korban jiwa dapat ditekan.
Dosen Arsitek Fakultas Teknik UGM, Ikaputra mengatakan untuk wilayah DIY dan Jawa Tengah (Jateng) saja saat ini masih ada sedikitnya 300.000 rumah yang belum memenuhi syarat tahan gempa. Sehingga, pengecekan perlu dilakukan terutama terkait dengan kelayakan konstruksi bangunan rumah, apakah tahan gempa atau tidak. “Perlu menelusuri sejarah pembuatannya, mengetahui ada dan tidaknya kerangka beton, kalau perlu dilakukan perbaikan,” ujarnya, Senin (26/10).
Sejarah Bangunan
Ditambahkan Ikaputra, penelusuran sejarah pembuatan rumah sangat penting dilakukan sebab berguna untuk mengetahui informasi sejarah bangunan, kapan dibuat, dan konstruksi di dalamnya. Pasalnya, memang ada bangunan yang sama sekali tidak menggunakan kerangka, dengan tujuan untuk menekan biaya saat akan membangun rumah. Selain itu penelusuran sejarah bangunan rumah juga harus dilakukan, mengingat mayoritas bangunan rumah di Indonesia tidak menggunakan jasa arsitek dan konstruktor.
“Pengetahuan masyarakat tentang kekuatan rumah terhadap gempa juga masih sangat rendah, sehingga masyarakat itu perlu diberi pengetahuan mengenai jenis bangunan yang bisa menahan gempa dalam skala tertentu. Terutama pada daerah yang belum pernah mengalami gempa selama ini,” jelas Ikaputra.
Sementara itu, beberapa tips yang bisa dilakukan untuk melakukan pengecekan rumah apakah rawan dan tidaknya terhadap gempa, di antaranya dengan mengecek tiang tembok, apakah berisi beton atau tidak. “Ketok pojok bangunan sebagai kolom (tiang beton), apakah sama dengan dinding, kalau sama berarti tidak ada tulang beton. Apabila dipaku, lalu bengkok berarti ada betonnya,” pungkasnya. (qds)

 

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :