Jumat, 18/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Antisipasi Bencana

Kamis, 29/10/2009 22:13 WIB -

Datangnya musim penghujan diwaspadai secara khusus oleh Badan Kesbangpolinmas Karanganyar. Hal itu terkait dengan banyaknya daerah rawan bencana yang ada di Bumi Intanpari. Bagaimana antisipasi bencana banjir, dan longsor berikut wawancara reporter Harian Joglosemar Endang Sulistiyowati dengan Kabid Perlindungan Masyarakat Kesbangpolinmas Karanganyar, Aji Pratama Heru.
Menurut pemetaan Kesbangpolinmas, bencana apa saja yang rawan mengancam Karanganyar memasuki musim penghujan seperti saat ini?

Untuk Karanganyar, dengan kondisi geografisnya yang terdiri atas dataran rendah dan dataran tinggi, bencana yang paling kerap terjadi adalah angin puting beliung dan tanah longsor. Banyak dataran tinggi yang rawan longsor. Beberapa tahun terakhir, selalu saja ada kejadian serupa di beberapa tempat berbeda. Begitu juga dengan gangguan angin, kita selalu waspadai.
Apa saja langkah antisipasi yang untuk pencegahan ataupun penanggulangan bencana?

Masyarakat yang tinggal di daerah rawan kami beri peringatan. Kalau sekiranya tidak aman, sebaiknya menyingkir. Begitu pula di daerah rawan angin, kami sarankan masyarakatnya menebang dahan-dahan pohon di sekitar tempat tinggal mereka yang dianggap terlalu tinggi dan membahayakan jika ada angin.
Selain itu, kami berkoordinasi dengan instansi-instansi terkait, seperti Bagian Kesra dan Subdin Sosial yang memang berkompeten dengan persoalan bencana. Selain itu, kita juga 24 jam mempersiapkan personel, ada ataupun tidak ada bencana. Setiap hari, di Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satlak PB), ada 30-an personel yang selalu stand by. 
Selain personel, persiapan apa saja yang juga dilakukan?

Kami juga sediakan peralatan evakuasi dan obat, jika sewaktu-waktu hal itu dibutuhkan. Untuk alat, kami ada sekop, pacul, genset, pompa air, tenda, dan sebagainya. Semua sudah siap. Sementara logistik, kita siapkan bagi tenaga relawan.
 Bagaimana pola pengawasan yang diterapkan untuk antisipasi?

Yang penting, kami sering mengawasi wilayah yang dianggap rawan. Untuk itu, kami memanfaatkan jejaring yang ada. Setiap ada kejadian, kami minta melapor, kemudian kami ambil tindakan. Kami juga selalu menyiarkan informasi melalui Radio PB FM yang memang kami sediakan khusus untuk menyiarkan bencana.
Daerah mana saja yang dianggap rawan, baik untuk angin ataupun longsor?

Ada tujuh wilayah yang kami pantau, tersebar di empat kecamatan yakni Kerjo, Matesih, Ngargoyoso, dan Jenawi. (***)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :