KARANGANYAR—Puluhan Hektare padi di Desa Popongan, Kecamatan Karanganyar roboh diterjang angin kencang. Akibatnya, para petani yang lahan padinya roboh itu terancam mengalami penurunan hasil panen hingga 50 persen.
Hal itu seperti terlihat di Desa Popongan akhir pekan lalu, ketika puluhan hektare lahan padi milik para petani di sepanjang jalan raya Karanganyar-Tawangmangu roboh kena terjang angin kencang. Hujan deras dengan dibarengi angin kencang memang sekitar satu bulan ini intens terjadi di wilayah Karanganyar.
“Tanaman padi yang kami garap ini memang sudah tiba waktu panen, tetapi sayangnya sebagian besar tanaman padi kami roboh terhempas angin,” keluh Sumali, salah satu petani. Ia mengungkapkan serangan angin kencang yang menerjang lahan padi di Desa Popongan ini terjadi dua pekan terakhir.
Akibatnya, ia mengatakan tidak kurang dari 20 Ha tanaman padi di desa tersebut sebagian besar roboh. Yang lebih menyesakkan lagi, kejadian itu datang ketika padi miliknya siap panen.
Sebab kata dia meski robohnya tanaman padi ini terjadi saat usia padi menginjak waktu panen namun hal itu tetap berpengaruh pada hasil panenan nantinya. “Kalau kejadian seperti ini hasil panenan kami nantinya bisa menurun sampai 50 persen dari hasil panen biasanya,” tuturnya.
Apalagi, kata dia, luasan lahan padi yang ia garap seluas 3.000 meter, ia bisa memprediksi bakal mengalami kerugian jutaan. (tam)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







