BOYOLALI (Joglosemar): Karena belum ada anggaran, seleksi calon panitia pengawas pemilu (Panwaslu) Kabupaten Boyolali berlangsung sederhana, Senin (26/10). Selain harus meminjam gedung DPRD, peserta seleksi harus bawa alat tulis serta konsumsi sendiri.
”Karena belum ada anggaran, kami pinjam gedung dewan untuk seleksi,” ujar Ketua KPU Boyolali, Ribut Budi Santosa. Tidak ada snack (kudapan) maupun minum untuk peserta seleksi. Pasalnya hingga kini KPU belum menerima kejelasan soal anggaran untuk tahapan awal 2010 ini.
Dari anggaran Rp 2,6 miliar yang diajukan KPU sampai dengan Desember tahun ini, oleh Pemkab Boyolali disanggupi Rp 300 juta yang diambilkan dari alokasi dana tidak terduga. ”Belum ada kejelasan, tetapi kami berharap setidaknya November besok sudah turun,” terang Ribut.
Kebutuhan anggaran, menurut dia, mendesak ada kejelasan, mengingat pembentukan PPK maupun PPS segera akan dilakukan. Berbeda dengan seleksi Panwas, seleksi PPK dan PPS keseluruhannya ditanggung KPU kabupaten.
”Untuk seleksi Panwas dibutuhkan anggaran Rp 10 juta, untuk PPK dan PPS bisa puluhan juta mengingat pelantikan biayanya sangat besar,” terang Ribut.
Karena itu dia berharap supaya awal November lusa, sudah ada kejelasan soal dana yang akan dikucurkan Pemkab. Mengenai kebutuhan dana Pilkada 2010, menurut dia eksekutif sudah menetapkan angka sekitar Rp 13 miliar untuk satu putaran.
Namun, angka tersebut masih harus dibahas lagi di DPRD. Ribut me-wanti-wanti, jika alokasi dana di bawah angka tersebut, maka pihaknya harus banyak melakukan penyesuaian-penyesuaian, termasuk mengurangi aspek kebutuhan.
Sementara itu, Iman, Ketua Pokja seleksi Panwas, mengatakan sebanyak 92 peserta yang mengikuti seleksi Panwas kali ini, 10 di antaranya ikut seleksi Panwas tingkat kabupaten dan sisanya tingkat kescamatan.
”Dari 111 berkas yang diambil, yang lolos seleksi administrasi 10 orang untuk Panwaskab dan 82 peserta seleksi Panwascam,” jelas Iman. (ono)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







