Jumat, 18/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Ancaman Longsor sampai Maret

Jumat, 19/03/2010 09:00 WIB - ono

BOYOLALI—Masyarakat Boyolali diminta mewaspadai bencana banjir dan longsor, terutama sampai akhir Maret. Pasalnya, menurut keterangan Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sampai akhir Maret curah hujan sangat tinggi. Bahkan beberapa kali akan ekstrem.
Demikian disampaikan Kepala Badan Kesbangpolinmas Boyolali, Sumantri, Kamis (18/3).  Dia mengatakan, selama tiga hari terakhir, dari keterangan BMKG, curah hujan untuk beberapa kawasan di Boyolali tergolong ekstrem, yakni dengan curah hujan yang sangat tinggi.
“Curah hujan yang tinggi ini berpotensi menimbulkan bencana alam seperti banjir dan tanah longsor,” ujarnya.    
Bahkan menurut dia, beberapa waktu lalu banjir sudah terjadi di sejumlah daerah karena sungai yang tidak mampu menampung luapan air hujan.
Menurut Sumantri, kawasan rawan bencana banjir biasanya berada di Boyolali bagian bawah, seperti Kecamatan Teras, Banyudono, Sawit, maupun Nogosari. Sedangkan potensi rawan bencana tanah longsor dapat terjadi di kawasan atas Boyolali, seperti Kecamatan Selo, Cepogo, dan Ampel.
Bahkan untuk kawasan Selo menurut dia, menjadi prioritas pemantauan. Hal itu mengingat sejumlah kawasan di Kecamatan selo yang berada di lereng Gunung Merapi dan Merbabu sangat rawan terjadi bencana tanah longsor.
Sebelumnya, bencana tanah longsor juga terjadi di Kecamatan Selo, Jumat (26/2). Jalan penghubung antara Dukuh Selo Duwur, Desa Selo dan Dukuh Genting, Desa Tarubatang, longsor sekitar 15 meter. Jalan yang juga merupakan jalur wisata menuju bumi perkemahan dan Taman Nasional Gunung Merbabu itu terancam putus.
Camat Selo, Widodo dalam laporannya ke Pemkab mengatakan, longsor tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 Jumat (26/2). Setelah di wilayah lereng Gunung Merbabu itu diguyur hujan deras. “Longsor sekitar 15 meter dan tinggi 12 meter, tidak ada korban jiwa dan tanah longsoran langsung masuk ke jurang yang ada di sisi jalan itu,” ungkap Widodo.
Sedangkan bencana banjir, beberapa hari yang lalu juga terjadi di empat kecamatan yakni Kecamatan Teras, Banyudono, Sawit, dan Nogosari. Bencana banjir itu mengakibatkan ratusan rumah dan puluhan hektare lahan pertanian terendam banjir. (ono)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :