SERENGAN—Guna melindungi para operatornya, mesin pompa air yang berada di wilayah, Joyotakan, Kecamatan Serengan, dipagari besi. Pagar besi yang mengelilingi area pompa itu, dilakukan oleh pihak kontraktor dari PT Ruhaan Simbara KSO.
Mesin yang digunakan untuk memompa air saat terjadi banjir itu, memang berkapasitas cukup besar. Kapasitas sedotnya mencapai seribu liter per detik. Air yang disedot akan dibuang di sungai-sungai kecil seperti Kali Wingko. Bila debit air cukup besar, maka akan dibuang ke sungai yang lebih besar yang berada di Kali Tanggul.
Pihak PT Ruhaak Simbara merasa perlu memasang pagar pengaman, karena merasa khawatir terhadap keselamatan kerja para operator mesin pompa yang berada di dalam rumah pompa itu. Sekecil kelalaian yang dilakukan operator, risikonya bisa sangat fatal.
Seorang petugas PT Ruhaak Simbara, Sentot menyatakan, pihaknya tetap mengedepankan keselamatan kerja. “Kami tambahkan, agar para pekerja lebih aman ketika mengoperasikannya. Kalau ada sedikit benda saja yang masuk dalam mesin itu, maka kemungkinan kecil bisa selamat. Oleh karena itu, kami memasangnya,” terang Sentot kepada wartawan di rumah pompa raksasa, Senin (4/1).
Operasi
Menurut dia, bila mesin itu tengah bekerja, maka bukan tak mungkin mudah menarik benda-benda yang berada sangat dekat dengan mesin. Sehingga sangat berbahaya bagi para operator yang bekerja di dalam rumah pompa. “Kalau mesinnya sudah berputar, dan ada baju atau kain menempel, maka kemungkinan besar akan ikut berputar. Dan ini sangat bahaya. Untuk itu, kami menghimbau kepada petugas untuk menjaga jarak dengan mesin ketika sedang beroperasi,” paparnya.
Mesin pompa yang dibangun di perbatasan Solo dan Sukoharjo ini telah beroperasi sejak 29 Mei 2009. Kini, proyek itu telah diserahterimakan ke pihak yang menanganinya, Balai Besar Bengawan Solo. (mur)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







