Salah satu program kesayangannya yang biasa ditunggu-tunggu adalah film-film Barat yang sering kali ditayangkan di beberapa media televisi swasta pada saat malam hari. Jadinya Oktavianus selalu menunggu dan menontonnya dan tidurnya bisa larut malam,” ungkap Tri Hastuti, ibu dari Oktavianus.
Apa yang dialami Tri Hastuti pasti pernah dialami juga oleh kebanyakan orangtua. Tak disangkal orangtua memang sering dibuat pusing saat anaknya kecanduan untuk menikmati tayangan televisi hingga larut malam.
Pasalnya tidur malam sangat penting untuk tumbuh kembangnya. Karena saat tidur pertumbuhan otak Balita mencapai puncaknya. Tak hanya itu sistem jantung metabolisme tubuh, dan tulang mengalami pertumbuhan pesat saat tidur di malam hari. Hal itu disebabkan tubuh Balita memproduksi hormon pertumbuhan tiga kali lebih banyak dibandingkan ketika dia terbangun.
Partini, Dosen Fakultas Psikologi UMS mengatakan ada dua kemungkinan yang menyebabkan anak kecanduan menonton televisi hingga larut malam. Apakah itu disebabkan karena gangguan secara medis atau karena kecanduan yang disebabkan karena kebiasaan anak tersebut.
“Kalau ternyata ditemukan gangguan secara medis atau anak ini ternyata kesulitan tidur atau biasa disebut insomnia, maka dengan segera periksakan ke dokter. Kalau ternyata bukan gangguan medis, perlu direvisi peran dari orangtua yang terlalu permisif (selalu mengizinkan) atau terlalu menggampangkan dan menyepelekan perilaku anak,” jelas Partini.
Belum Dewasa Waktunya
Partini melanjutkan, anak bisa sampai kepada kecanduan televisi ataupun film ini tentunya melalui proses. Dan proses itu bisa saja dibentuk dari orangtua yang kurang tegas membatasi waktu dan pilihan tayangan televisi yang pantas untuk dikonsumsi si anak. “Ini secara tidak langsung akan terakumulasi, anak merasa menemukan suatu kesenangan tersendiri dan orangtua terlalu cuek memperhatikan perilaku anaknya,” imbuhnya.
Jika dianalisis, kecanduan ini akan memberikan dampak negatif pada anak. Pasalnya tayangan film ataupun program-program televisi pada malam hari yang biasanya menawarkan tayangan yang belum pantas dijangkau anak-anak ini akan membawa pengaruh pola pikir anak secara psikologis.
“Tanpa disadari pola pikir dan pola berperasaan anak akan berkembang sebelum waktunya dan otomatis akan mempengaruhi pola perilaku anak. Pola perilaku yang matang sebelum waktunya ini juga berimplikasi akan menimbulkan anak yang memiliki perilaku konsumtif,”tuturnya.
Agar si anak terhindar dari kecanduan nonton televisi hingga larut malam, ada baiknya mulai sekarang orangtua harus lebih awas ketika si kecil sedang menonton televisi. Dan bisa dimulai dari mengubah kebiasaan.
“Untuk mengubah kebiasaan ini orangtua bisa melakukan dengan metode pengalihan. Lakukan hal lain untuk membunuh waktu luangnya, ini bisa saja ditemukan dari hobi atau kesenangan si anak. Gunakan imajinasi anak untuk mencari hal-hal yang lebih ia sukai ketimbang menonton televisi. Atau bisa juga dilakukan dengan membacakan dongeng bagi anak,” katanya.
Metode pengalihan ini selain untuk mengalihkan perhatian si anak terhadap televisi, ini juga sangat bermanfaat untuk mengembangkan bakat anak. bakat dan kemampuan anak akan lebih terasah dengan pendampingan dan bimbingan orangtuanya.
Langkah kedua adalah metode pendekatan persuasif kepada anak, diskusikan dengan anak apa manfaat dari menonton televisi larut malam. “Komunikasi ini harus dilakukan secara terus menerus, sampai anak mengubah pola perilakunya atas kesadaran dari dirinya sendiri. Di sini secara tidak langsung akan memperbaiki pola hubungan kedekatan anak dengan orangtua,” tutupnya.
Sri Ningsih
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







