Jumat, 18/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Amarta Binangun di Tangan 3 Dalang

Rabu, 28/10/2009 20:37 WIB - Bonus Wibowo Bramhartyo

Pergelaran wayang kulit dengan menampilkan lebih dari satu dalang menjadi keunikan tersendiri, apalagi salah satu dalang yang tampil adalah seorang bupati. Biasa mengurus birokrasi, kini memainkan wayang di belakang pakeliran.
Bupati Sragen Untung Wiyono tampil mendalang dalam acara penutupan Gelar Seni Budaya 2009 di Taman Balekambang Solo, Senin (26/10) malam. Acara itu sendiri digelar memperingati hari ulang tahun ke-88 Taman Balekambang Solo.
Malam itu, Untung Wiyono berbagi pakeliran dengan dalang Bimo Djatmiko Anom Suroto dan Ki Jarwo Joko Prihatin, yang merupakan salah seorang tokoh pewayangan dari Pura Mangkunegaran Solo.
Dengan mengambil lakon Amarta Binangun karya Mendhot Sudarsono, tiga dalang tersebut saling berkelanjutan memainkan cerita dengan durasi masing-masing sekitar 2 jam.
Untung Wiyono tampil sebagai pembuka. Dia terlihat cukup piawai dalam memperagakan tiap adegan, walaupun sesekali masih mendapatkan pengarahan dari seorang peniti (pembantu dalang, red) di belakangnya.
Amarta Binangun menceritakan sebuah kehidupan di Negara Amarta yang sangat berlimpah kekayaan alamnya. Tanah subur gemah ripah loh jinawi tanpa kekurangan satu apa pun. Namun sayang, di negeri itu kontras dengan kondisi penduduknya yang masih kelaparan, menganggur dan bencana yang datang bertubi-tubi.
“Lakon Amarta Bingun mengisahkan fenomena kehidupan saat sekarang di negara kita. Semoga kita semua bisa lebih cerdas dalam merespons serta bisa mengambil hikmah dari cerita ini,” tutur Ki Mendhot Sudarsono dalam rilisnya.

Berarti Besar
Sedangkan ketua panitia Gelar Seni Budaya 2009 Taman Balekambang Solo, Endang Sri Murniyati mengucapkan rasa syukur atas suksesnya acara yang digelar selama dua hari tersebut.
“Alhamdulillah, acara Gelar Seni dan Budaya 2009 dapat terselenggara dengan baik dan lancar. Ini semacam mukjizat, bantuan dari para seniman dan pihak-pihak yang peduli kesenian sangat berarti besar atas suksesnya acara ini. Mudah-mudahan bertambahnya usia Taman Balekambang Solo, setidaknya kami bisa lebih mewakili dalam bidang seni dan budaya, tidak hanya sebagai ruang wisata tetapi juga sebagai proses pembelajaran untuk masyarakat Kota Solo khususnya,” tandasnya. (Bonus Wibowo Bramhartyo)
 

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :