Minggu, 12/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Amankan Barang Elektronik ketika Mudik

Rabu, 08/09/2010 09:00 WIB - Kiki Dian Sunarwati

Mudik, tentulah memerlukan persiapan tersendiri. Mulai fisik hingga materi. Namun satu hal yang kadang sering dilupakan adalah persiapan ketika meninggalkan rumah dan barang-barang elektronikanya. Terlepas dari harga barang elektronika yang pastinya mahal tersebut, harus diingat pula keamanan barang elektronika itu ketika akan ditinggal mudik, apalagi dominasi barang elektronik yang bersangkutan pastinya membutuhkan listrik sebagai power-nya.
Ada kalanya kasus kebakaran rumah, rusaknya barang-barang elektronika karena ditenggelamkan banjir saat ditinggal mudik, akhirnya menjadi kisah pilu yang menghiasi perjalanan mudik mereka. Maka, bijaksananya, sebelum mudik, sejumlah barang elektronika yang kita miliki itu bisa dirawat dan dijaga dari segala hal.
“Nah, pastikan seluruh barang-barang elektronika tersebut dalam keadaan mati atau dicabut dari stop kontaknya. Biar aman. Misalnya saja untuk mesin cuci, cabut dari stop kontaknya, AC kalau ada saklar ya dimatikan, kalau tidak ya langsung dari remotenya, dan untuk kulkas bila masih ada isinya, maka kecilkan saja suhunya,” terang Taufik Irianto, Owner Jaya Tehnik Jebres, pusat servis aneka elektronika ini, Selasa (7/9).
Berlebihan
Secara detail untuk mesin cuci, baiknya kata Taufik, pastikan tidak ada lagi air cucian di dalamnya, bersihkan dari sisa-sisa makanan yang kadang ada di sela atau kolong mesin cuci.
Selain untuk menghindari korslet, sejumlah kiat tersebut juga secara tidak langsung bisa membuat sejumlah barang elektronika sebagai pelengkap kebutuhan sekaligus investasi tersebut bisa awet dan berumur panjang.
Namun, satu hal perlu digarisbawahi kembali, tak jarang ketika pascamudik, biayanya barang elektronika tersebut akan rentan rusak, menilik biasanya sang pemilik rumah lantas melakukan over working pada barang-barang elektronika tersebut.
Sebagai contoh, pada kondisi normal, mesin cuci hanya bisa beroperasional selama beberapa jam saja, namun karena baju-baju kotor pascamudik begitu banyak, lantas mesin cuci dijalankan 24 jam.
“Pas mudik, kan pasti pompa air lama tidak dipergunakan. Nah, baiknya setelah mudik dan hendak mempergunakannya, putar dulu as/kipas bagian belakang pompa. Ini untuk memastikan pompa tersebut tidak macet,” lanjut Taufik.
Senada, menurut Suwarno, karyawan Toko elektronik Samudra, seharusnya aneka barang elektronika ketika hendak mudik tersebut dimatikan. Namun untuk mesin cuci harus lebih mendapat perhatian, sebab selain harus dicabut dari stop kontak, harus pula diwaspadai tikus-tikus yang biasanya akan masuk ke dalam mesin cuci, atau beraksi dengan menggerigiti selang pembuangan air dari mesin cuci tersebut.
Keselamatan Manusia
Sementara itu ditegaskan Pejabat Humas PLN APJ Surakarta, H Soeharmanto, selain memastikan barang-barang elektronika dalam keadaan mati saat mudik, maka pemilik rumah juga harus memastikan tombol off pada setiap power barang elektronikanya tersebut.
“Kalau biasanya memakai kabel sambungan, ya baiknya dicabut dulu. Kemudian pastikan sakering juga dalam keadaan tertutup agar hewan tidak ada yang masuk. Karena kalau ini terjadi bisa membahayakan keselamatan manusia dan lingkungan. Jangan lupa periksa pula stop kontak. Harus dalam keadaan normal alias tanpa beban. Dan kalau rumahnya berada di daerah rawan banjir, maka sebelum mudik, tutup dulu stop kontak itu dengan lakban atau lainnya,” terangnya.
Hanya saja, papar Soeharmanto, perlu menjadi tanggung jawab bersama, bilamana suatu ketika tetangga atau masyarakat di lingkungan sekitar mencurigai atau mencium aroma kebakaran akibat korsleting, maka sesegera mungkin laporkan hal tersebut kepada PLN, baik kantor PLN yang terdekat atau melalui saluran telepon 123. (Kiki Dian Sunarwati)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :