Jumat, 18/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Album Langka

Jumat, 24/02/2012 06:00 WIB - Okezone | Detik

Superman Is Dead (SID) membikin gebrakan baru dengan mengeluarkan sebuah album vinil (piringan hitam). Mereka merupakan satu-satunya band masa kini yang mengeluarkan album dengan format Long Play (LP).
Album bertajuk 1997-2009 tersebut merupakan sebuah karya terbaik SID mulai saat pertama mereka berdiri sampai sukses seperti sekarang ini. Album vinil memang sangat jarang dirilis di Indonesia, selain karena alatnya jarang ada yang punya, album vinil pun harganya lumayan mahal.
“Kita sadar proyek seperti ini sangat idealis dan chance-nya sangat kecil jadi kita buat untuk menjadi koleksi dari para Outsiders (sebutan penggemar SID),” jelas Jerinx, di Kantor Sony Music, Jakarta, Kamis (23/2).
Lebih lanjut Jerinx mengemukakan, album piringan hitam tersebut bakal diluncurkan Maret 2012. "Ini penghargaan terhadap diri sendiri atas kerja keras selama ini. Kami pantas dihargai mahal, juga untuk mengejar estetika sekaligus mengikuti jejak band-band yang kami hormati," papar drumer SID ini.
Rencananya, album The Best ini tidak akan dibuat dalam bentuk CD, karena menurut band yang terdiri dari Bobby Kool (vokal), Eka Rock (bass), dan Jerinx (drum), album ini sangatlah spesial sehingga dibuat dengan sangat terkonsep dan tidak akan pasaran.
“Mungkin yang kita cari adalah kepuasan batin saja, karena band kita sudah benar-benar terbentuk. The Best ini cuma untuk vinil saja, nanti ada album baru, baru kita bikin CD. Soalnya kalau dibuat CD juga jadi enggak ada yang spesial,” terang Bobby.
SID sendiri memang tidak main-main dalam penggarapan album kali ini. Selain musiknya, pembuatan artwork-nya juga tak kalah menarik dengan memakai foto klasik suasana Kuta era 70-an sebagai sampul depan.
Album yang hanya dicetak sekitar seribu keping itu dijual seharga Rp 350.000. SID tidak menjualnya secara bebas, melainkan melalui mail order dengan memanfaatkan media sosial sebagai alat promosi yang strategis.

Okezone | Detik

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :