Sabtu, 11/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Al Qaeda Danai Jaringan Dulmatin

Jumat, 12/03/2010 09:00 WIB - dtc/oke/mas

JAKARTA—Tewasnya gembong teroris Dulmatin tak membuat aksi teror berakhir. Pasalnya, kelompok teroris terus melakukan perekrutan anggota baru dengan mengandalkan dana dari kelompok Al Qaeda. Sementara itu, Polri menggandeng PPATK untuk menelusuri misteri dana Rp 500 juta yang dibeberkan Kapolri masuk ke jaringan Dulmatin.
Menurut pengamat teroris, Al Chaidar, saat ini masih ada ratusan orang pengikut Dulmatin yang bersedia menjadi martir untuk melakukan teror. Selain itu, persediaan logistik, termasuk persenjataan dan amunisi mereka tidak akan habis. ”Aliran dana ke jaringan masih mengalir dari Al Qaeda,” ungkap dia, Kamis (11/3).
 Al Chaidar menegaskan bukan hal yang sulit bagi jaringan teroris untuk mendapat pasokan persenjataan. ”Mereka punya cara sendiri untuk mendapat senjata dan di Indonesia ini bukan hal sulit,” tandasnya.
Eksisnya kelompok teroris di Tanah Air, termasuk kelompok Dulmatin karena kuatnya dana. Untuk menelusuri aliran dana itu, Polri melakukan pengecekan. ”Masih kita telusuri melalui bank dan PPATK,” kata Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Pol Ito Sumardi usai acara pelatihan penanggulangan teror di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Kamis (11/3).

Ito belum bisa memastikan, apakah sumber pendanaan kelompok Dulmatin salah satunya melalui Fai. Fai merupakan kegiatan merampas harta benda milik orang-orang yang dianggap kafir. ”Belum, masih ditelusuri,” ujarnya.
Sebelumnya, berhembus kabar, bila Dulmatin masuk ke Indonesia salah satu tujuannya untuk mengambil uang infak yang merupakan bantuan kelompoknya senilai ratusan juta. Uang itu digunakan untuk logistik pasukannya di Mindanao, Filipina.
Dulmatin alias Yahya Ibrahim alias Mansyur alias Fahri Ardiansyah, orang yang diduga berperan mempersiapkan pelatihan militer di Aceh, juga berperan membeli persenjataan amunisi, dan mendanai kegiatan militer.
Menurut Kapolri, Jenderal Bambang Hendarso Danuri, Densus 88 mendapatkan aliran dana senilai Rp 500 juta, yang hingga kini belum terungkap dari mana asal dana tersebut. ”Aliran dana senilai Rp 500 juta dan ada yang lainnya, sedang kami telusuri dari mana ini semua, kami proses sidik. Tidak bisa diungkapkan,” kata Kapolri, Rabu (11/3).
Kendati demikian, Mabes Polri yang menggandeng PPATK terus mengecek berbagai instansi terkait seperti sejumlah bank dan jasa antar kirim barang.
Dulmatin dikatakan Kapolri memiliki kemampuan merakit bom di atas Dr. Azahari, teroris yang tewas diberondong peluru di Batu, Malang, 2005 silam. Dulmatin ahli dalam merakit bom jarak jauh (circuit bom). Hal itu dikuatkan dengan barang bukti yang didapat Polri dari penindakan atas Dulmatineks
Lebih dari itu, kelompok teroris terus mengembangkan jaringan dengan merekrut orang-orang yang akan meneruskan aktivitas mereka. Kepolisian telah memiliki data sebagian nama-nama orang tersebut yang akan dijadikan pelaku teror.
”Calon-calon (penerus) generasi ini sebagian datanya sudah kita dapatkan dan menjadi sasaran pengejaran,” ucap Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Edward Aritonang, seperti dikutip vivanews.com.
”Jajaran kepolisian bertekad agar seluruh pelaku-pelaku teroris yang sudah teridentifikasi dengan baik di kepolisian bisa kita tangkap termasuk juga para rekrutmen baru dan lain yang belum masuk data base kita. Semuanya dilakukan untuk Polri bisa memberikan jaminan keselamatan dan keamanan bagi masyarakat,” tambah dia.
Masuknya Dulmatin ke Indonesia, karena memang ingin menjadikan Indonesia sebagai wilayah opersinya. ”Dia sudah diperintah untuk kembali ke Indonesia. Di luar negeri hanya tempat latihan saja,” imbuh Al Chaidar. (dtc/oke/mas)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :