SRAGEN—Sejumlah pengurus ranting PDIP Kecamatan Karangmalang akhirnya mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada jajaran DPC dan DPD PDIP atas gonjang-ganjing yang mereka ciptakan pasca Pilkada Sragen. Tidak hanya khilaf, mereka juga mengaku bahwa riak yang sempat muncul itu memang sengaja didorong dan diciptakan oleh kelompok tertentu yang ingin menggoyang kedudukan DPC.
Permintaan maaf itu terungkap saat digelar rapat konsolidasi lanjutan khusus jajaran pengurus Kecamatan Karangmalang yang digelar di Sekretariat DPC PDIP Rabu (20/4) petang. Salah satu pengurus ranting Guworejo, Suparmin yang pada saat konsolidasi di KNPI membacakan interupsi mengaku bahwa ia memang disuruh oleh kelompok gerakan pendongkel PDIP untuk membaca surat berisi poin tuduhan pelanggaran DPC.
“Oleh karena itu, kami minta maaf kepada DPC dan DPD maupun DPP. Waktu itu saya hanya disodori surat dan disuruh membacakan saat konsolidasi berlangsung. Termasuk aksi keluar itu juga diarahkan sebelumnya. Sekarang kami akan manut dan patuh kepada DPC,” paparnya di hadapan pengurus DPC PDIP Sragen.
Sementara, pengurus ranting lainnya Warseno juga membeberkan fakta bahwa sebenarnya tidak transparan aliran dana justru mengarah pada Ketua PAC Karangmalang. Selain tidak terbuka, menurutnya Ketua PAC-nya juga jarang berkoordinasi dengan pengurus lainnya semasa Pilkada.
Forum konsolidasi yang dihadiri sekitar 50 pengurus PAC dan ranting se-Karangmalang itu juga mengusulkan agar sang Ketua PAC Karangmalang diberhentikan. Selain indikasi tersebut, ketidakhadiran sang ketua PAC dalam empat kali konsolidasi terakhir dianggap cukup untuk menjadi penguat alasan pemecatan.
Ketua DPC PDIP Sragen Bambang Samekto yang memimpin langsung konsolidasi itu menyambut baik pengakuan dan permintaan maaf pengurus. Pihaknya berharap momen tersebut menjadi titik awal bersatunya kekuatan struktural PDIP khususnya di Karangmalang.
Wardoyo
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







