Jumat, 10/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

AI Ancam Karanganyar

Rabu, 10/03/2010 09:00 WIB - tam

KARANGANYAR—Penyakit flu burung atau avian influenza (AI) mulai mengancam Kabupaten Karanganyar. Pasalnya dari data Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Karanganyar, AI saat ini telah mulai menjangkiti lima desa di tiga kecamatan berbeda di Karanganyar.
Hal ini diungkapkan oleh Petugas Participatory Diseases and Surveillance Responses (PDSR) Disnakkan Kabupaten Karanganyar, Fatkhur Rahman, Selasa (9/3). “Kelima desa itu adalah Malangjiwan dan Paulan di Kecamatan Colomadu, lalu desa Popongan dan Lalung di Kecamatan Karanganyar serta di Kecamatan Jatiyoso AI menjangkiti desa Karangsari,” terangnya.
Indikasi mulai menjangkitnya AI diketahui setelah ditemukan banyak ayam kampung yang mati di desa-desa tersebut secara mendadak. “Setelah kami lakukan rapid test memang hasilnya positif AI,” tuturnya. Dari kelima desa tersebut diketahui tingkat kematian unggas terbanyak berada di Desa Karangsari, Kecamatan Jatiyoso yang mencapai sekitar 60 ekor. Sedangkan di empat desa lain jumlah unggas yang mengalami kematian berjumlah lebih kecil yakni hanya berkisar 10 hingga 15 ekor saja.
Mengetahui tentang ancaman AI ini, Disnakkan Karanganyar mengaku telah bergerak cepat melakukan pencegahan kemungkinan penyebaran virus berbahaya tersebut ke wilayah lain di Karanganyar. Berbagai upaya tersebut diantaranya dengan melakukan penyemprotan disinfektan di sekitar tempat atau kandang ditemukannya unggas mati mendadak tersebut.
Selain itu, mereka juga melakukan sosialisasi terhadap masyarakat sekitar tempat kejadian agar menghindari mengonsumsi daging ayam sembelihan yang sakit. “Upaya ini kami lakukan agar tidak terjadi penularan AI dari unggas kepada manusia,” terang Fatkhur.
Kendati demikian, pihaknya mengaku belum bisa melakukan upaya pencegahan penyebaran AI melalui tindakan pemusnahan populasi seluruh unggas di sekitar lokasi penemuan AI. Sebab, untuk melakukan pemusnahan tersebut juga harus dibarengi dengan ganti rugi kepada warga pemilik unggas.
Padahal, saat ini Disnakkan Karanganyar tidak mempunyai dana pengganti kerugian itu. “Sehingga untuk pemusnahan, hanya dilakukan jika warga sukarela mengizinkannya,” tambahnya.
Terpisah Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar, Fatkul Munir membenarkan bahwa pihaknya juga sudah mendapatkan informasi tentang menjangkitnya AI di Karanganyar. Namun sejauh ini warga belum ada yang terjangkiti. (tam)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :