Sabtu, 11/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Agustus, Inflasi Solo Hanya 0,16%

Jumat, 03/09/2010 09:00 WIB - nie

SOLO—Sepanjang bulan Agustus lalu Kota Solo mengalami inflasi sebesar 0,16 persen. Angka ini menurun drastis dibanding inflasi yang terjadi pada bulan Juni dan Juli yang masing-masing mencapai 1,23 persen dan 1,34 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Solo, Toto Desanto, mengatakan rendahnya angka inflasi Agustus berada di luar perkiraan. Sebelumnya inflasi bulan Agustus diprediksi akan lebih tinggi dibanding bulan Juli karena terkait dampak kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL), biaya sekolah, dan kenaikan harga sejumlah komoditas menjelang Lebaran.
Menurut Toto cukup rendahnya angka inflasi ini disebabkan harga-harga komoditas yang sempat melambung di Juli sudah mulai mengalami penurunan karena pasokan barang mulai melimpah. Kelompok bahan makanan yang biasanya memberikan andil inflasi cukup besar justru mengalami deflasi sebesar 0,80 persen.
Berapa komoditas yang dominan memberikan sumbangan deflasi pada kelompok ini adalah cabai rawit, cabai merah, bawang merah, telur ayam, dan nangka muda. Harga-harga komoditas ini cenderung mengalami penurunan karena stok barangnya yang melimpah.
“Selain itu harga beras yang cenderung stabil juga sangat berperan karena selama ini andil inflasi beras termasuk yang paling beras. Saat harganya tidak mengalami perubahan berarti maka tidak berpengaruh banyak pula terhadap peningkatan angka inflasi,” ujarnya, Kamis (2/9).
Untuk bulan Agustus penyumbang inflasi terbesarnya adalah kenaikan TDL. Perubahan harganya sebesar 4,34 persen dengan andil inflasi mencapai 0,14 persen. Baru kemudian disusul rokok dan gula pasir.
Ditambahkan oleh Kasi Statistik dan Distribusi BPS Solo, Bambang Nugroho, bahwa Agustus diuntungkan sejumlah faktor yang menyebabkan angka inflasinya tidak terlalu tinggi. Yang pertama adalah posisi H-7 Lebaran jatuh pada bulan September. Padahal mulai H-7 Lebaran biasanya rawan terjadi fluktuasi harga yang ekstrem.
Selain itu selama Agustus juga belum terjadi kenaikan tarif moda transportasi terkait Lebaran. Kenaikan tarif transportasi baik bus AKAP dan AKDP, kereta api, dan pesawat terbang pada H-7 hingga H+7. (nie)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :