Jumat, 18/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Absen UN, Siswa Diupayakan Ikut Ujian Susulan

Rabu, 31/03/2010 09:00 WIB - bns

SOLO—Koordinator tim pemantau independen (TPI) Kota Surakarta, Sugiyanto mengemukakan kemungkinan terburuk didaftarkannya siswa SMPN 21 guna mengikuti ujian susulan satu pekan setelah UN utama. Hal itu didukung oleh pihak guru dan panitia ujian nasional (UN) minimal mau mengikuti ujian susulan.
“Kami telah mengusahakan agar siswa tersebut mau mengikuti UN utama. Pihak guru, orangtua murid telah kehabisan akal untuk membujuknya, namun kami upayakan siswa yang bersangkutan tetap ikut ujian susulan,” ujarnya.
Dalam rapat evaluasi di sub rayon timur SMPN 8 Surakarta, Selasa (30/3), hadir di antaranya Sekretaris TPI, Suwarto serta anggota yang lainnya, Taufiqurrahman. Pihaknya memberikan imbauan supaya pelaksanaan pengawasan UN SMP kali ini dilakukan secara wajar.
Ia mencontohkan adanya pengecualian tertentu ketika didapati siswa yang mempunyai kekurangan tertentu. Dia mencontohkan seperti apa yang dialami peserta UN di SMP Muhammadiyah 2 Surakarta. Mulai, Selasa (30/3), kemarin siswa yang menderita kelainan mata rabun jauh telah dipindahkan ke salah satu ruangan khusus di sekolahan setempat. “Murid yang menderita kelainan mata rabun dibantu oleh pengawas dalam mengisikan jawaban pada LJK UN. Ini dilakukan karena saat mengisi LJK dia merasa kesulitan daripada proses koreksi mengalami kendala lebih baik segera diambil tindakan,” katanya.  
Data menunjukkan untuk peserta ujian nasional tingkat SMP, hari kedua relatif sama dengan hari pertama yakni 27 anak. Ada sedikit perbedaan dengan data sebelumnya, Senin (29/3), sub rayon barat (I) di SMPN 15 menunjukkan 10 anak yang tidak hadir sama dengan hari kedua, sub rayon tengah (II) di SMPN 10 mengalami peningkatan dari angka tujuh ke delapan (keterangan: sembuh dari sakit), sedangkan untuk sub rayon barat (III) tercatat berkurang satu dari 10 ke angka sembilan (sakit).
Evaluasi yang digelar TPI menyebutkan, kejadian hilangnya kertas segel di amplop LJK UN ditanggapi koordinator TPI Sugiyanto. Ia menilai untuk tahun-tahun yang akan datang supaya kertas segel dibuat lebih besar dari sebelumnya. (bns)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :